Ungkap Perintah Penghilangan Barang Bukti, Begini Pengakuan Mantan Anak Buah Juliari Batubara

Ungkap Perintah Penghilangan Barang Bukti, Begini Pengakuan Mantan Anak Buah Juliari Batubara
Kasus dugaan korupsi bantuan sosial pandemi COVID-19 yang melibatkan Menteri Sosial Juliari Batubara menjadi perhatian media Jepang. Agaknya wajar bila Jepang memberitakan kabar tersebut, pasalnya Negeri Sakura pernah menyumbang bantuan dana bantuan sosial untuk menanggulangi pandemi kepada Indonesia.
0 Komentar

MANTAN Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bantuan sosial sembako COVID-19 di Kementerian Sosial (Kemensos), Matheus Joko Santoso mengaku diperintahkan untuk menghilangkan barang bukti perkara dugaan suap pengadaan paket sembako bantuan sosial (Bansos) COVID-19.

Pengakuan ini bermula ketika Matheus dipertanyakan pengacara terdakwa Harry Sidabukke yang sempat diminta untuk menghilangkan barang bukti. 

“Apakah bapak mengingat ada arahan dari saksi Adi Wahyono untuk menghilangkan beberapa barang bukti?” tanya pengacara dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 15 Maret.

“Ingat,” jawab Matheus.

Baca Juga:Bahlil Lahadalia Ungkap Pencabutan 2.078 Izin TambangRocky Gerung Dan Sentul Damai, Ini Kata Pakar Hukum Pidana

Matheus memaparkan pihak pemberi arahan bukan Adi Wahyono namun Erwin Tobing dan Kukuh Ariwibowo.

“Yang memberikan arahan Pak Erwin Tobing dan saudara Kukuh (Kukuh Ariwibowo),” katanya.

Namun pemberian arahan itu disampaikan di ruang kerja Adi Wahyono. Beberapa barang bukti yang diminta untuk dihilangkan berupa ponsel, laptop, maupun percakapan chatting.

“Saya ingat sekali, waktu itu arahannya adalah menghilangkan barang bukti handphone, alat kerja elektronik, laptop, chat, dan seterusnya,” ungkap Matheus.

“Waktu itu saya lihat Adi sudah menghancurkan barangnya,” sambungnya.

Di akhir pengakuan itu, Matheus mengoreksi berita acara pemeriksaan (BAP) sebelumnya. Sebab, saat itu dia menyebut bahwa perintah untuk menghilangkan barang bukti datang dari Adi Wahyono.

“Saya koreksi. Mohon izin, karena waktu itu penyampaian itu kan di ruang kerja Adi Wahyono,” katanya.

Harry van Sidabukke merupakan pihak swasta yang didakwa menyuap Juliari dan sejumlah pejabat di Kementerian Sosial dengan total nilai sebesar Rp 1,28 miliar.

Baca Juga:Tersangkut Eceng Gondok, 20 Orang Dewasa 3 Anak Terjebak di Waduk JatiluhurViral Foto Gubernur DKI Anies Baswedan Memegang Celana Dalam Wanita, Faktanya

Sementara, Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja didakwa memberi uang sejumlah Rp 1,95 miliar kepada Juliari dan sejumlah pejabat di Kemensos.

Penyuapan itu dilakukan agar kedua kedua terdakwa ditunjuk sebagai penyedia bansos COVID-19 pada Kemensos tahun 2020. (*)

0 Komentar