Bom Molotov Siswa SMP Kalbar, Densus 88 Temukan Benda Berbahaya: 5 Buah Gas Portable, Paku, Sajam, Petasan
DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menemukan bom molotov dari siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kalimatan Barat. Selain bom...
DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menemukan bom molotov dari siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kalimatan Barat. Selain bom...
FAKTA baru terungkap dalam kasus siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) yang diduga membawa...
DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap temuan dalam kasus bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya,...
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak mengendus indikasi kesengajaan dalam serangkaian peristiwa kebakaran lahan yang terjadi sepekan terakhir. Dugaan...
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, bahwa Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang mempunyai potensi sumber energi...
DEMI perayaan Imlek 2576/2025, Polres Singkawang melakukan pengamanan di sejumlah Vihara di Kota Singkawang, salah satunya di Vihara Budi Dharma...
Ketiga anggota TNI tersebut memang membawa delapan tabung gas berukuran 14 kg untuk rencana kebutuhan pos. Namun tak ada barang lain yang dibawa yakni sembako bukan narkoba. "Jadi kalau misalkan diberitakan ada indikasi membawa beras sekian banyak, ada bawa bungkusan seperti narkoba, itu tidak ada. Itu hoax. Saya yakinkan itu tidak ada," katanya.
Lima anggota tersebut adalah Kasat Reskrim Polres Ketapang, Kapolsek Benua Kayong, Kanit Reskrim Polsek Benua Kayong, dan dua anggota penyidik.
Kondisi luka di sekujur tubuh RF. Keluarga mencurigai adanya kejanggalan dalam kematian RF. Dia diduga sengaja dianiaya untuk mengakui tuduhan kejahatan oleh oknum anggota polisi di Ketapang, Jumat, 26 Januari 2024.