Gempa Tektonik Goyang Jembrana hingga Banyuwangi, Bermagnitudo 4,1
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik mengguncang wilayah Jembrana, Bali, hingga Banyuwangi, Jawa Timur, dan sekitarnya bermagnitudo...
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik mengguncang wilayah Jembrana, Bali, hingga Banyuwangi, Jawa Timur, dan sekitarnya bermagnitudo...
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa Sesar Meratus adalah sesar aktif yg tidak boleh diabaikan. Sesar ini disebutnya memiliki magnitudo tertarget M7,0.
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng yang diterima pukul 12.00 WIB, banjir di Grobogan berdampak di 32 desa di 12 kecamatan di wilayah tersebut.
Gelombang tinggi dengan ketinggian antara 2,5 meter hingga 4 meter diperkirakan akan melanda Samudra Pasifik utara Halmahera, perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud. Sementara itu, gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 meter hinga 2,5 meter juga akan melanda banyak perairan di Indonesia.
Menurut data peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai 2,5 meter hingga 4 meter diprediksi akan terjadi di tiga perairan, yakni perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, serta Samudra Pasifik utara Halmahera.
Daryono mengatakan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,99° LS-115,69° BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km Tenggara Kuta Selatan, Bali, pada kedalaman 101 km. Hasil analisis BMKG, gempa bumi memiliki pergerakan naik dengan kombinasi mendatar.
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi hujan badai yang akan menerjang mayoritas daerah di Indonesia pada hari...
Berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat siklon tropis Anggrek di Samudra Hindia barat daya Bengkulu, serta bibit siklon tropis 99S di daratan Australia bagian utara.
Mencermati perkembangan dinamika atmosfer lain selain sistem Siklon Tropis ANGGREK dan Bibit Siklon 99S di atas, dapat diidentifikasi adanya fenomena lain yang dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, yaitu; Madden Jullian Oscillation (MJO) yang mulai aktif di wilayah Indonesia dan disertai dengan fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Wave
TIGA penyebab terjadinya cuaca ekstrem ini. Pertama, Monsun Asia yang menunjukkan aktifitas cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini berpotensi dapat disertai adanya fenomena seruakan dingin yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Saya yakin baik BRIN, Badan Geologi, ITB, UI, ITS, UGM bersama BMKG memiliki banyak sekali knowledge, jika ini disinergikan bersama, maka sebuah peristiwa bencana dapat kita lihat secara multi-angle dan bisa saling memperkuat dan melengkapi
Jangan melupakan sejarah, dalam seismologi kita mengenal konsep return period atau periode ulang gempa, bahwa gempa yang pernah terjadi di suatu tempat, satu saat akan terjadi lagi
PASCA gempabumi merusak M4,8 di Sumedang, Jawa Barat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mengambil langkah terukur. Utamanya, melakukan...
Program-program dari rencana penanggulangan bencana yang terkait dengan pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) maupun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahunan yang dilegalkan.
Wilayah Kabupaten Sumedang merupakan wilayah rawan gempa dengan sumber gempa berasal dari zona tumbukan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia di Samudera Hindia, serta dari beberapa sesar aktif di daratan yang sudah terpetakan, seperti Sesar Cimandiri, Sesar Cugenang, Sesar Lembang, Sesar Cipamingkis, Sesar Garsela, Sesar Baribis, Sesar Cicalengka, Sesar Cileunyi-Tanjungsari, Sesar Tomo dan Sesar Cipeles, serta beberapa sesar aktif lainnya yang belum terpetakan.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Kepulauan Anambas, Laut Natuna utara, perairan Kepulauan Natuna, Selat Makassar bagian utara, dan perairan Kepulauan Talaud, Laut Sulawesi bagian utara, dan Perairan Kepulauan Sangihe.
Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat,
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi kedalaman menengah akibat adanya deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah Lempeng Eurasia.
Sontak sejumlah warganet langsung memberikan komentar. Mulai dari yang bertanya soal apakah gempa tersebut menjadi penyebab robohnya Gapura Taman Pataraksa hingga soal BMKG tidak memberikan informasi adanya gempa melalui akun-akun di media sosialnya termasuk di laman resminya.
Menurut Daryono, dugaan terjadinya gempa bumi di Cirebon itu diperkirakan sebagai gempa lokal dan hanya satu sensor yang mencatat getaran gempanya, sehingga belum bisa dijadikan sebagai parameter. Daryono menuliskan keterangan yang sama dengan unggahan sebelumnya tentang video ambruknya Gapura Taman Pataraksa.