Pindahnya Ibu Kota Negara Bikin Status Banjarmasin Bukan Ibu Kota Provinsi Kalsel, DPRD Gugat di Mahkamah Konstitusi

Pindahnya Ibu Kota Negara Bikin Status Banjarmasin Bukan Ibu Kota Provinsi Kalsel, DPRD Gugat di Mahkamah Konstitusi
DPRD Kota Banjarmasin (kanan) mendukung judicial review UU UU IKN epada Wali Kota Banjarmasin dan wakilnya, Kamis 24 Maret. (ANTARA)
0 Komentar

PINDAHNYA Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) mengubah status Kota Banjarmasin tidak lagi sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

DPRD Kota Banjarmasin tak tinggal diam dengan memohon peninjauan ulang alias judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Undang Undang yang mengikat status Kaltim tersebut.

“Kita bersepakat berjuang dengan semangat “waja sampai kaputing” mengembalikan Ibu kota Provinsi Kalsel di Banjarmasin,” ujar Ketua DPRD Kota Banjarmasin H Harry Wijaya di Banjarmasin, Jumat 25 Maret.

Baca Juga:8 Korban Penumpang Longboat Tenggelam di Seram Bagian Timur Belum DitemukanStudi Demokrasi Rakyat Minta Pemerintah Serius Berantas Praktik Mafia Penjualan Batu Bara di Kalimantan Timur

Semangat “waja sampai keputing” adalah slogan pejuang Kalsel, artinya haram menyerah sampai akhir, dianalogikan Harry untuk upaya menggugat undang-undang nomor 8 tahun 2022 tentang Provinsi Kalsel ke MK.

Karena dalam UU nomor 8 tahun 2022 yang resmi ditetapkan tersebut menyebutkan Ibu Kota Provinsi Kalsel berkedudukan di Kota Banjabaru, tidak lagi di Kota Banjarmasin, sebagai kota ibu kota provinsi berusia 495 tahun.

Dukungan Pemkot Banjarmasin menggugat keputusan pemindahan ibu kota provinsi ini dikatakan Harry didukung semua fraksi di DPRD Kota Banjarmasin pada rapat paripurna dewan pada 24 Maret 2022.

Kenapa 8 fraksi di DPRD menyatakan pihaknya satu suara mendukung itu, ucap Harry, karena pihaknya menilai mekanisme terbentuknya undang-undang tersebut tidak sesuai dengan ketentuan pembentukan perundang-undangan.

“Sehingga perlu dilakukan uji materi terhadap beberapa pasal khususnya berkaitan pemindahan Ibu kota yang tidak melibatkan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam perumusan dan pembahasan itu,” ujarnya, mengutip Antara.

Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina pun mengapresiasi dukungan pihak DPRD Kota Banjarmasin atas langkah pemerintah kota membawa permasalahan pemindahan ibu kot provinsi ini ke MK.

“Dengan dukungan dewan ini, maka langkah kita melakukan “judicial review” ini makin mantap dan semoga mendapatkan hasil yang terbaik bagi Banjarmasin,” ujarnya.

Baca Juga:V BTS Dinobatkan Sebagai Penyanyi Paling Tampan SeduniaAmalan yang Dapat Menjadikan Hati dan Fikiran Anda Tenang dan Tentram

Dia pun menyampaikan, bahwa “judicial review” terhadap UU tersebut disampaikan baik secara formil maupun materil. “Bahwa UU nomor 8 tahun 2022 tentang Provinsi Kalsel yang di dalamnya memuat pasal pemindahan Ibu kota Provinsi Kalsel ke Banjarbaru, pasal itu yang akan kita uji,” tutur Ibnu Sina.

Waktu yang diberikan untuk melakukan langkah-langkah bersama Bagian Hukum Setdakot Banjarmasin dalam menyampaikan gugatan itu ke MK hanya selama 45 hari untuk uji formil.

0 Komentar