China Agresif Unjuk Kekuatan Militernya di LCS

China Agresif Unjuk Kekuatan Militernya di LCS
Ilustrasi LCS (AP/Francis Malasig)
0 Komentar

PEMERINTAH China dilaporkan telah menurunkan militernya di tiga pulau di laut Cina Selatan secara besar-besaran lengkap dengan sistem rudal anti kapal dan anti pesawat, peralatan laser serta jet tempur

Dalam laporan Associated Press (AP), Komandan Indo Pasifik Amerika Serikat (AS) Laksamana John C Aquilino mengatakan China semakin agresif. Ini untuk menunjukkan kekuatan negara itu kepada negara lain di bibir LCS yang juga menjadi claimant state melawan Beijing.

Baca: Breaking News: Boeing 737 China Eastern Jatuh, Bawa 133 Orang

“Selama 20 tahun terakhir kami telah menyaksikan penumpukan militer terbesar sejak perang dunia kedua oleh China,” kata Aquilino dalam wawancara dikutip Senin (21/3/2022).

Baca Juga:Harga Emas MenguatChairul Tanjung Ungkap Sebuah Fenomena ‘Lonely Economy’

“Mereka telah meningkatkan semua kemampuan mereka dan penumpukan persenjataan itu membuat kawasan itu tidak stabil.”

Salah satu basis militer China ada di Kepulauan Spartly, yang juga disengketakan dengan Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia dan Brunei. Ia menyebut berulang kali pesawat AS diperingatkan untuk menjauh.

“Fungsi pulau-pulau itu adalah untuk memperluas kemampuan ofensif China di luar pantai kontinental mereka. Mereka bisa menerbangkan pesawat tempur, pembom ditambah semua kemampuan ofensif sistem rudal,” katanya lagi.

China mengklaim 90% wilayah LCS dengan konsep garis putus-putus (nine dash line). Garis ini berbentuk U yang diadopsi dari peta Tiongkok tahun 1940 an.

Di bawah Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), sebuah negara dapat mengklaim hak eksklusif di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), 200 mil laut dari garis pantai kontinental. Tidak ada ketentuan dalam konvensi yang memberikan hak atas perairan, seperti di LCS tanpa memperhatikan hak berdaulat di darat.

Sebelumnya laporan mengenai penumpukan militer China sendiri telah dimuat Februari tahun 2021. Sebuah laporan oleh US Naval War College menyatakan bahwa China telah membangun kota seluas 800 ribu mil persegi yang dinamai Shansa, 1.700 kali luas New York City.

Sebagian besar Kota Sansha adalah wilayah laut. Wilayah ini berada di Kepulauan Paracel, yang diklaim oleh Vietnam dan Taiwan. (*)

0 Komentar