KEMENTERIAN Luar Negeri Yaman memperingatkan akan meningkatkan eskalasi militer jika Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
Dalam pernyataan resmi pada Senin, 13 April 2026, pemerintah Yaman menegaskan bahwa setiap bentuk agresi baru, termasuk eskalasi di jalur laut, berpotensi memicu dampak besar terhadap rantai pasok global, harga energi, dan stabilitas ekonomi dunia.
Yaman juga menilai langkah militer AS sebagai indikasi kegagalan dalam menghadapi Iran, serta meragukan keberhasilan upaya untuk menguasai Selat Hormuz.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pembatasan penuh terhadap lalu lintas kapal menuju dan dari pelabuhan Iran melalui media sosial.
Trump menyebut Angkatan Laut AS akan menghentikan seluruh kapal yang masuk dan keluar dari jalur tersebut, meski kebijakan itu tidak berlaku bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju pelabuhan non-Iran.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Teheran tidak akan tunduk pada tekanan.
“Jika Anda berperang, kami akan melawan, dan jika Anda menggunakan logika, kami akan merespons secara logis,” ujarnya, dikutip dari TRT World.
Yaman juga menilai sikap Iran dalam perundingan dengan AS di Islamabad sebagai keberhasilan diplomatik, meski pembicaraan tersebut berakhir tanpa kesepakatan.
Perundingan itu merupakan bagian dari upaya mengakhiri konflik selama 40 hari antara Iran dengan AS dan Israel, yang sempat dihentikan melalui gencatan senjata dua pekan.
Selama konflik berlangsung, Iran melancarkan serangan balasan dan sempat membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz—jalur strategis bagi perdagangan energi global.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Peringatan dari Yaman ini menambah tekanan di tengah situasi kawasan yang masih rapuh, dengan risiko eskalasi yang dapat meluas ke sektor energi dan perdagangan internasional.
