Turki Dakwa 35 Tersangka Israel di Kasus Serangan Bersenjata Target Kapal-Kapal 'Global Sumud Flotila' 2025

Global Sumud Flotila 2025
Global Sumud Flotila 2025
0 Komentar

KANTOR Jaksa Penuntut Umum di Istanbul, Turki, mengumumkan persiapan dakwaan terhadap 35 tersangka Israel, sehubungan dengan serangan bersenjata yang menargetkan kapal-kapal “Global Sumud Flotilla” pada 2025 lalu. Langkah ini memanaskan hubungan kedua negara.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh jaksa pada Jumat mengatakan bahwa Biro Investigasi Kejahatan Terorisme menyimpulkan bahwa armada sipil – yang bertujuan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan – menjadi sasaran campur tangan bersenjata oleh elemen keamanan Israel di perairan internasional.

Merujuk Aljazirah, pernyataan tersebut menggambarkan interfensi itu tidak memiliki legitimasi hukum dan bersifat serius dan sistematis. Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa serangan tersebut termasuk menghentikan kapal secara paksa, menahan warga sipil dengan menggunakan kekerasan dan paksaan, dan menjadikan mereka sasaran serangan fisik dan perlakuan yang tidak sesuai dengan martabat manusia. Hal itu disebut jaksa Turki sebagai “pelanggaran menyolok dan berat terhadap aturan paling dasar hukum internasional.”

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Investigasi Turki mengungkap identitas 35 tersangka yang berpartisipasi dalam perencanaan dan eksekusi, dan surat perintah penangkapan dikeluarkan terhadap sejumlah dari mereka. Jaksa mendakwa mereka dengan pelanggaran serius termasuk “genosida”, “kejahatan terhadap kemanusiaan”, “penyiksaan”, “perampasan kebebasan”, serta “penjarahan” dan “pengrusakan harta benda”.

Pada 1 Oktober, tentara Israel menyerang 42 kapal milik armada tersebut di perairan internasional, menangkap ratusan aktivis internasional termasuk dari Turki sebelum mendeportasi mereka. Serangan-serangan besar juga terjadi terhadap para peserta gerakan tersebut, yang terjadi seiring dengan blokade Israel yang diberlakukan terhadap Gaza selama 18 tahun.

Tahun ini sekitar seribu aktivis termasuk dari Indonesia akan kembali berlayar mencoba menembus Gaza. Selain dari jalur laut, upaya penembusan akan dilakukan dari jalur darat melintasi Libya dan Mesir.

Atas dakwaan jaksa Turki, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sejumlah menteri Israel melancarkan serangan pedas terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu, Netanyahu, melalui akun platform X-nya, menuduh Erdogan mendukung rezim di Iran dan membantai suku Kurdi. “Israel di bawah kepemimpinan saya akan terus memerangi rezim teroris Iran dan proksinya, tidak seperti Erdogan yang menoleransi mereka dan telah membunuh warga Kurdinya.”

0 Komentar