Pernyataan Kontroversial Donald Trump Klaim Posisi Paus Leo XIV di Vatikan Ada Keterkaitan Dirinya

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (ROBERTO SCHMIDT/GETTY IMAGES)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (ROBERTO SCHMIDT/GETTY IMAGES)
0 Komentar

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kecaman keras terhadap Paus Leo XIV setelah pemimpin Gereja Katolik tersebut mengkritik tindakan AS di Iran. Trump menegaskan bahwa dirinya tidak membutuhkan campur tangan seorang Paus yang menentang kebijakan politiknya.

Perselisihan ini bermula saat Paus Leo XIV menyebut ancaman Amerika Serikat terhadap rakyat Iran sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima.” Ketegangan memuncak pada awal April lalu, menyusul pernyataan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang menyerukan doa bagi para tentara Amerika. Menanggapi hal itu, Paus Leo menyatakan dalam sebuah homili bahwa ambisi untuk mendominasi pihak lain sama sekali tidak sejalan dengan ajaran Yesus Kristus.

“Saya tidak ingin seorang Paus berpikir bahwa baik-baik saja jika Iran memiliki senjata nuklir. Saya tidak ingin seorang Paus menganggap Amerika mengerikan karena menyerang Venezuela, sebuah negara yang mengirimkan narkoba besar-besaran ke AS dan, yang lebih buruk lagi mengosongkan penjara mereka, termasuk mengirimkan para pembunuh, pengedar narkoba, dan penjahat, ke negara kami; dan saya tidak ingin ada seorang Paus yang mengkritik presiden Amerika Serikat, karena saya melakukan persis apa yang menjadi tujuan saya dipilih (menjadi presiden) dengan kemenangan telak,” kata Trump melalui unggahan di platformTruthSocial.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Selain menolak kritik tersebut, Trump juga melontarkan pernyataan kontroversial dengan mengeklaim bahwa posisi Paus Leo XIV di Vatikan berkaitan erat dengan keberadaan dirinya di Gedung Putih.

Ia pun meminta sang Paus untuk berhenti “menjilat” kelompok kiri radikal dan mendesaknya agar lebih fokus menjalankan peran sebagai pemimpin agama yang baik ketimbang terlibat dalam urusan politik.

0 Komentar