Menlu Hakan Fidan: Israel Posisikan Ankara Musuh Setelah Iran

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan
0 Komentar

Sementara terkait ketegangan belakangan, Jerusalem Post, media sayap kanan Israel, melansir kabar bernada memanas-manasi soal kesiapan Erdogan menyerang Israel. Dalam berita tersebut Erdogan disebut mengancam akan menyerang Israel.

“Seandainya Pakistan tidak menjadi penengah dalam perang antara AS dan Iran, kami akan menunjukkan Israel tempat mereka,” kata Erdogan diklaim Jerusalem Post, “Sama seperti kita memasuki Libya dan Karabakh, kita juga bisa memasuki Israel,” kata Erdogan.

Akhir pekan lalu, Netanyahu mengecam Turki, dengan mengatakan Israel akan terus memerangi rezim Iran dan proksinya. “Tidak seperti Erdogan yang mengakomodasi mereka dan membantai warga Kurdi sendiri.” Menteri Pertahanan Israel Israel Katz juga menuduh Turki melakukan antisemitisme dan pengadilan palsu terhadap kepemimpinan politik dan militer Israel.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Menanggapi pernyataan Netanyahu yang menentang Erdogan, Kementerian Luar Negeri Turki menggambarkan PM Israel sebagai “Hitler di zaman ini” dan bahwa tujuannya adalah untuk “menyabotase” negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat.

“Surat perintah penangkapan telah dikeluarkan terhadapnya oleh Pengadilan Kriminal Internasional atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Di bawah kepemimpinan Netanyahu, Israel diadili di Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Omer Celik, juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berorientasi Islam, mengatakan komentar Israel bertujuan untuk menyabotase perundingan damai di Pakistan, memicu kerusuhan di kalangan minoritas Kurdi dan mengadu Turki melawan Iran. Numan Kurtulmus, ketua parlemen Turki, menyebut Netanyahu sebagai “pemimpin teroris dalam jaringan pembantaian dan teror abad ke-21.”

0 Komentar