Menlu Hakan Fidan: Israel Posisikan Ankara Musuh Setelah Iran

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan
0 Komentar

KETEGANGAN antara Ankara dan Tel Aviv mencapai titik didih baru. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan memperingatkan pada Senin bahwa Israel mungkin memposisikan Ankara sebagai musuh berikutnya setelah Iran.

Dia mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak dapat mempertahankan dirinya secara politik tanpa musuh baru dan mencatat bahwa peran Turki di kawasan telah menjadikannya target tekanan Israel.

Fidan menyampaikan pernyataan tersebut kepada Anadolu Agency, menanggapi penargetan Netanyahu baru-baru ini terhadap Presiden Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

“Netanyahu memiliki sikap yang rumit terhadap Erdogan dan tidak dapat mencernanya. Upaya penyeimbangan yang dilakukan Turki membuat kawasan ini berada pada titik di mana Israel tidak dapat menjatuhkan Turki. Situasi ini mendorong mereka ke dalam ketidakstabilan,” kata Fidan.

Dia mengatakan kebijakan regional Israel sangat bertentangan dengan kebijakan Turki di berbagai bidang.

“Jika dilihat dari perspektif Suriah, Gaza, dan Lebanon, kebijakan ekstremis yang disebarkan Israel sangat bertentangan dengan Türkiye. Itu sebabnya mereka menyasar Turki. Kepemimpinan Erdogan dalam tatanan dunia dan lingkup pengaruh Turki menghalangi ilusi yang coba dibangun Israel,” katanya.

Fidan kemudian mengeluarkan peringatan paling tajamnya dengan menyatakan, “Setelah Iran, Israel tidak bisa hidup tanpa musuh. Kami melihat bahwa Netanyahu mungkin berusaha menetapkan Turki sebagai musuh baru.”

Sementara, Kementerian Pertahanan Turki melansir foto kunjungan Presiden Erdogan ke fasilitas militer pada Senin. Foto itu dilansir di tengah memanasnya saling serang komentar pihak Turki dan Israel.

Kementerian tersebut melampirkan gambar tersebut ke dalam cuitan yang berbunyi, “Di sini, setiap orang punya suara sampai kami bersuara… dan sejarah adalah saksi terbaik.”

Gambar tersebut menunjukkan Erdogan memimpin sekelompok pejabat sipil dan militer, sementara seorang tentara memberi hormat militer kepadanya. Adegan protokol tersebut mencerminkan simbolisme kepemimpinan dan disiplin dalam institusi militer Turki.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Publikasi foto tersebut bertepatan dengan meningkatnya ketegangan antara kedua negara, menyusul serangan verbal yang dilancarkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan beberapa menterinya terhadap Erdogan. Serangan itu sebagai tanggapan atas pengumuman Ankara untuk menyiapkan dakwaan terhadap 35 warga Israel, termasuk Netanyahu, sehubungan dengan penargetan “Armada Sumud Global” yang hendak mematahkan pengepungan di Jalur Gaza.

0 Komentar