China Jajaki Hubungan dengan Taiwan, Xi Jinping-Cheng Li-wun Bertemu di Beijing

Cheng Li-wun, ketua Kuomintang (KMT), partai oposisi terbesar di Taiwan, berjabat tangan dengan Presiden Tiong
Cheng Li-wun, ketua Kuomintang (KMT), partai oposisi terbesar di Taiwan, berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing, Tiongkok pada 10 April 2026 (Tangkapan layar CTI)
0 Komentar

PEMERINTAH Cina menjajaki kemungkinan memperbaiki hubungan dengan Taiwan setelah lebih dari 75 tahun berkonflik. Upaya yang dilakukan Cina adalah dengan membuka kembali penerbangan langsung menuju antara kedua negara serta melakukan impor produk pertanian Taiwan yang sebelumnya dilarang.

Kesepakatan yang dinyatakan sebagai upaya perdamaian tersebut muncul seiring pertemuan antara Presiden Cina, Xi Jinping, dengan Ketua Partai Kuomintang yang merupakan salah satu partai oposisi terbesar di Taiwan, Cheng Li-wun.

Dilansir oleh APNews, Minggu (12/4/2026), Xi Jinping dan Cheng Li-wun mulai menjajaki proses perdamaian di antara dua negara setelah mulai bersitegang karena aksi saling klaim kedaulatan pada 2016 lalu. Meski saling bertemu pada Jumat (10/4/2026), masing-masing kantor perwakilan tak mengeluarkan pernyataan terkait kesepakatan damai kedua negara.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Sementara itu, dikutip dari China Global Television Network (CGTN), Xi Jinping menegaskan bahwa pertemuannya dengan Cheng Li-wun menjadi penegasan mengenai gagasan satu Cina. Pria kelahiran tahun 1953 ini menentang keras segala bentuk gagasan mengenai Taiwan merdeka. Xi Jinping menyampaikan bahwa dirinya siap bekerja sama dengan seluruh partai politik, organisasi dan tokoh masyarakat di Taiwan, seperti Partai Kuomintang.

“Atas dasar politik bersama yaitu mempertahankan Konsensus 1992 dan menentang kemerdekaan Taiwan, daratan Tiongkok bersedia bekerja sama dengan semua partai politik, organisasi, dan tokoh masyarakat di Taiwan, termasuk Partai Kuomintang Tiongkok,” kata Xi Jinping.

Dalam pertemuannya dengan Cheng Li-wun, Xi Jinping menawarkan empat gagasan untuk menyelaraskan hubungan Cina-Taiwan. Pertama, berpegang pada identitas yang benar untuk mendorong keselarasan hati. Kedua, berpegang pada pembangunan damai untuk menjaga rumah bersama.

Ketiga, berpegang pada komunikasi dan integrasi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Keempat, berpegang pada persatuan dan perjuangan untuk mewujudkan kebangkitan kembali bangsa Tionghoa.

Berbeda dengan Cheng Li-wun yang mulai menjajaki kerja sama perdamaian dengan Cina, Presiden Taiwan, Lai Ching-te, menegaskan bahwa Xi Jinping memiliki ambisi untuk menguasai seluruh daratan di sekitar Cina. Menurut Lai, apabila Cina berhasil menguasai Taiwan, maka daratan lain seperti Jepang, Filipina, dan negara kawasan lainnya bisa bernasib seperti Taiwan.

0 Komentar