IRAN mengajukan 10 poin tuntutan ke Amerika Serikat sebagai syarat gencatan senjata selama dua pekan. Salah satu syarat tersebut adalah penghentian serangan Israel terhadap Lebanon.
“Penghentian perang di semua front, termasuk melawan perlawanan Islam yang heroik di Lebanon,” demikian bunyi tuntutan tersebut, yang juga telah disetujui oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam pernyataannya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan serangan Israel terhadap Lebanon melanggar perjanjian gencatan senjata. Pezeshkian juga menyebut serangan berlanjut Israel ke Lebanon akan membuat negosiasi “menjadi tidak berarti”.
“Iran tidak akan meninggalkan rakyat Lebanon,” kata Pezeshkian, dikutip Reuters.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Milisi Hizbullah di Lebanon merupakan kelompok yang didirikan oleh Garda Revolusi Iran pada tahun 1982 dan secara luas dianggap sebagai “ujung tombak” aliansi regional Iran.
Dilansir Reuters, salah satu sumber mengatakan Hizbullah telah menerima “jaminan Iran” untuk dimasukkan ke dalam kesepakatan damai.
“Iran memprioritaskan Lebanon, mereka tidak akan menerima pelanggaran Israel di Lebanon, seperti yang terjadi setelah gencatan senjata 2024,” kata sumber tersebut.
Pengamat Timur Tengah Mohamad Elmasry mengatakan Iran kemungkinan akan bersikeras mengangkat isu gencatan senjata di Lebanon, dalam pembicaraan damai dengan Amerika Serikat di Pakistan.
“Jika tidak melakukan hal itu, itu sama saja dengan menikam rakyat Lebanon, menikam Hizbullah dari belakang, dari sudut pandang Iran,” kata Elmasry.
“Mereka memahami bahwa Israel sedang menyiapkan ‘Israel Raya’. Mereka [Israel] secara sistematis memasuki negara demi negara, jadi sangat penting bagi seluruh kawasan agar Israel menghentikannya,” imbuhnya dikutip Al Jazeera.
Setelah Iran dan AS mengonfirmasi gencatan senjata pada Selasa (7/4) lalu, ribuan pengungsi di Lebanon mulai kembali ke rumah mereka untuk merayakannya.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Dalam pernyataannya, Iran mengatakan bahwa gencatan senjata selama dua minggu tersebut juga mencakup front Lebanon.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebagai mediator mengatakan dalam pernyataannya bahwa Israel dan AS “bersama dengan sekutu mereka, telah menyetujui gencatan senjata segera di mana pun termasuk Lebanon dan tempat lain, BERLAKU SEGERA.”
AS awalnya tak mengomentari Lebanon dalam pernyataannya. Namun beberapa hari setelahnya, Presiden Donald Trump mengatakan Lebanon tidak pernah menjadi bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.
