KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Tulungagung, Jawa Timur pada Sabtu (11/2/2026). Total ada 16 orang yang diamankan dalam gelaran OTT ke-10 di 2026 ini.
Walaupun demikian, belum ada rincian lebih lanjut identitas 15 orang lainnya. Belum dijelaskan juga dugaan kasus korupsi yang dilakukan Gatut Sunu serta barang bukti yang diamankan.
Para pihak yang ditangkap akan diangkut ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka.
Sosok Bupati Tulungagung Gatut Sunu
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Gatut Sunu merupakan pria kelahiran Tulungagung pada 17 Desember 1967. Dia mengenyam pendidikan dasarnya di Tulungagung dan melanjutkan studinya di Universitas Merdeka Malang pada jurusan Ekonomi hingga 1992. Gatut kemudian mengambil gelar Magister Ekonomi di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung pada 2023 lalu.
Sebelum menjadi Bupati Tulungagung periode 2025-2030, ia menduduki posisi Wakil Bupati pada periode 2021-2024. Gatut sempat berada di PDI Perjuangan sebelum beralih kendaraan politik ke Partai Gerindra di tahun 2024.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Gatut memiliki total kekayaan mencapai Rp20.3 miliar. Laporan ini disampaikan pada 3 Maret 2026 dan menunjukkan bahwa sebagian besar aset Gatut Sunu didominasi oleh kepemilikan tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa wilayah.
Gatut Sunu memiliki harta tanah dan bangunan dengan total nilai mencapai Rp14.532.711.000 dengan tercatat ada 20 unit tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa wilayah mulai Tulungagung, Surabaya, Trenggalek dan Tanah Laut.
Selain properti, Gatut Sunu juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin dengan total nilai Rp3.470.500.000. Koleksi kendaraannya variatif, meliputi mobil mewah seperti Toyota Alphard tahun 2021 (Rp800 juta) dan Toyota Land Cruiser tahun 2013 (Rp1,3 miliar), Toyota Innova Zenix tahun 2024 (Rp600 juta), serta deretan truk Mitsubishi dari berbagai tahun produksi. Ada juga kendaraan roda dua seperti beberapa unit motor Honda dan Yamaha dengan nilai taksiran Rp2 juta hingga Rp4,5 juta per unit.
Dalam laporan tersebut, Bupati Tulungagung ini juga mencatatkan harta bergerak lainnya sebesar Rp1.740.000.000 serta kas dan setara kas dengan jumlah Rp592.000.000. KPK mencatat Gatut Sunu tercatat tidak memiliki utang sama sekali, sehingga total kekayaan bersihnya tetap berada di angka Rp20,3 miliar.
