Seskab Teddy Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat' Analisa Lintas Bidang Tanpa Ditopang Kompetensi Data Fakta

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
0 Komentar

SEKRETARIS Kabinet Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai “inflasi pengamat”, yakni maraknya individu yang melontarkan analisis lintas bidang tanpa ditopang oleh kompetensi yang memadai maupun data yang selaras dengan fakta.

“Sekarang ini, ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi, banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras, tapi dia background-nya bukan di situ. Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri, dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru,” kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menurut Teddy, ada sejumlah pengamat yang menyampaikan data keliru dan tidak sesuai kondisi sebenarnya. Fenomena tersebut telah berlangsung sejak sebelum Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden, dengan tujuan memengaruhi opini publik.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

“Dari sebagian besar, pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha memengaruhi warga, membentuk opini publik. Bahkan sejak Pak Prabowo belum menjadi presiden,” kata dia.

Teddy menyebut kondisi tersebut berbanding terbalik dengan tingkat kepercayaan masyarakat. Dia menyampaikan bahwa lebih dari 96 juta warga menunjukkan kepercayaan kepada Presiden Prabowo.

Berdasarkan penetapan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah pemilih pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024 adalah sebanyak 96.214.691 orang.

“Faktanya, lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo. Tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik. Bukan suatu asumsi,” ucapnya.

Teddy menegaskan perbedaan pandangan dan kritik tetap diperbolehkan, namun dia mengingatkan untuk tidak menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat. Teddy mengatakan kondisi nasional saat ini berada dalam keadaan stabil dan terkendali. Untuk itu, dirinya mengajak seluruh pihak untuk menjaga harapan yang baik terhadap kondisi negara.

“Tentu belum sempurna. Kami terima kritik, terima masukan. Nah, secepat mungkin kita sempurnakan, kita maksimalkan, sesegera mungkin,” kata Teddy.

0 Komentar