PRESIDEN Prabowo Subianto menyoroti banyaknya masyarakat dari golongan berpendidikan yang selalu terkesiap ketika ada hal-hal baru dari luar negeri. Padahal, seiring berjalannya waktu sikap tersebut berkembang menjadi pola psikologis yang disebut dengan rendah diri atau inferiority complex.
Prabowo menilai, masyarakat Indonesia kerap merasa tidak sebanding dengan bangsa lain.
“Sempat kita alami suatu saat di mana ada golongan berpendidikan dari rakyat kita terkesima oleh semua yang bersumber dari luar negeri. Semua yang bersumber dari asing, kita terkesima. Sehingga, ini agak mempengaruhi kekuatan jiwa dan kekuatan semangat bangsa kita,” katanya dalam Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI Masa Bakti 2026-2030 Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Padahal, sebagai bangsa yang besar, masyarakat harus menghormati budayanya sendiri. Menurutnya, banyak budaya Indonesia yang layak dibanggakan di hadapan bangsa lain, mulai dari teluk belanga, sarung, songket, hingga kopiah.
“Kita hormat sama semua negara. Hormat sama semua bangsa. Tapi, kita tidak boleh lupa bangsa kita sendiri. Bangsa yang besar, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budaya sendiri, bangsa yang menghormati orang tuanya, leluhurnya,” tambah Prabowo.
Oleh sebab itu, untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut meminta masyarakat untuk lebih menghormati budaya yang ada di bumi pertiwi. Sikap hormat terhadap budaya sendiri inilah yang menurutnya nanti akan menjadi kekuatan jiwa dan semangat bangsa.
“Kita lihat hari-hari ini, bangsa-bangsa yang kaya, bangsa-bangsa yang punya segalanya, tapi jiwa rakyatnya kuat atau tidak kuat itu ditentukan kembali oleh jiwa dan raga. Karena itu adalah satu panggilan bagi setiap patriot untuk memahami ini dan mengkaji ini, dan mempertahankan ini,” lanjut dia.
Meski demikian, Prabowo berpesan agar masyarakat Indonesia tidak boleh congkak. Khususnya bagi para pendekar silat, Prabowo juga berpesan agar mereka selalu berada di jalan yang benar dengan membela yang lemah, membela yang tertindas, dan membela keadilan.
“Pendekar tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak baik dalam tutur kata, dalam sikap. Demikianlah itu adalah yang diajarkan oleh guru-guru saya, guru-guru Anda sekalian juga. Hampir semua perguruan di pencak silat, dan saya kira di semua bela diri dunia yang saya ikuti, dan semua guru mengajarkan ilmu ini adalah untuk membela diri, membela keluargamu membela desamu, membela masyarakatmu, membela bangsamu,” tukas Prabowo.
