Terlepas dari itu, absennya Mojtaba di hadapan publik telah banyak dibahas di media sosial Iran dan grup aplikasi pesan, ketika internet di negara itu tidak stabil. Teori-teori konspirasi bermunculan dan tersebar luas soal kondisinya dan siapa yang sebenarnya memimpin negara.
Salah satu meme populer yang beredar secara online menampilkan gambar kursi kosong di bawah sorotan lampu dengan slogan berbunyi “Di mana Mojtaba?”.
Namun, beberapa pendukung pemerintah, termasuk seorang anggota senior milisi Basij — kelompok paramiliter sukarelawan yang dikelola Garda Revolusi Iran, mengatakan bahwa penting bagi Mojtaba untuk tetap tidak menonjol, mengingat ancaman serangan udara AS dan Israel yang melenyapkan sebagian besar pemimpin negara tersebut.
