Mantan Diplomat Ini Ingatkan Trump Taklukan Iran-Kuba Tak Semudah Venezuela

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
0 Komentar

Feeley yang meninggalkan dinas sebagai Dubes Panama selama masa jabatan pertama Trump, mengatakan serangan terhadap Venezuela telah membuat Trump mengharapkan “perang singkat dua minggu yang luar biasa” serupa di Iran.

“Saya pikir memang benar bahwa keberhasilan misi Venezuela membuatnya memberi lampu hijau dan memulai episode Iran,” kata Feeley.

Ia kemudian khawatir bahwa kesalahan perhitungan serupa bisa saja terjadi di Kuba yang dijanjikan Trump bakal segera direbut AS.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

“Orang-orang ini akan membuat kesalahan yang sangat bodoh dan naif dengan berpikir bahwa Kuba akan sama seperti Venezuela, dengan cara yang sama mereka salah paham bahwa Iran akan sama seperti Venezuela,” kata Feeley.

Ia kemudian membeberkan faktor yang membuat Iran dan Kuba berbeda dari Venezuela yang baru dikuasai Trump.

“Ini adalah rezim yang berkuasa selama 70 tahun, atau 50 tahun dalam kasus Iran. Mereka terdesentralisasi, jajarannya terlatih, mereka telah diindoktrinasi. Itu skenario yang sangat berbeda dari Venezuela, yang merupakan mafia kriminal yang baru benar-benar mengkonsolidasikan posisinya dalam dekade terakhir. Tapi saya pikir pemerintahan ini cukup picik untuk masih dengan bodohnya percaya: ‘Kita akan masuk ke sana saja,’” ujar Feeley.

0 Komentar