PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump disebut pengamat kena batunya karena menganggap menaklukkan Iran semudah penaklukannya terhadap Venezuela.
Pakar strategi perang dan Hubungan Internasional John Feely kemudian mengingatkan Trump bahwa menaklukkan Kuba juga tak semudah Venezuela.
Mantan pilot helikopter marinir dan Duta Besar AS untuk Panama ini menilai Trump telah salah perhitungan setelah mampu menjatuhkan rezim mantan Presiden Nicolas Maduro di Venezuela.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Ia mengatakan Trump “merasa gembira atas kemenangan dari Venezuela” ketika ia membuat keputusan yang salah untuk menyerang Iran pada Februari, dikutip dari The Guardian.
Feely mengatakan keputusan itu justru menyisakan jejak kehancuran di seluruh Timur Tengah dan memberikan pukulan telak bagi ekonomi global.
Trump sebelumnya memerintahkan Pentagon melancarkan serbuan ke Caracas, Venezuela, pada 3 Januari. Penyergapan itu berhasil menangkap Maduro bersama istrinya, Delcy Rodriguez.
Lebih dari 100 tentara Venezuela dan Kuba tewas dalam operasi yang dinamakan Absolute Resolve tersebut.
“Ini adalah salah satu pamer kekuatan dan kemampuan militer Amerika yang paling menakjubkan, efektif, dan dahsyat dalam sejarah Amerika,” Trump sesumbar bulan lalu, menyebut serangannya sebagai bukti bahwa AS memiliki “militer terkuat dan paling menakutkan di planet ini”.
Feeley mengakui penangkapan Maduro telah menunjukkan bahwa pemerintahan Trump “bersedia menggunakan kekerasan untuk menyingkirkan seseorang yang tidak mereka sukai”.
Namun, ia dan mantan diplomat senior AS lainnya percaya bahwa hal itu juga telah membuat presiden AS terlena dalam keyakinan yang salah terhadap Iran.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Feely menilai Trump beranggapan bahwa menyingkirkan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan rezimnya akan semudah menggulingkan rezim di Amerika Selatan tersebut.
“Kita sekarang benar-benar menuai ‘buah pahit’ dari keputusan yang sebagian besar dibuat untuk menyerang Iran berdasarkan keberuntungan luar biasa yang ia miliki di Venezuela,” kata Feeley, menekankan bahwa komentarnya bukanlah kritik terhadap pasukan elite yang menangkap Maduro.
“Sebagai seseorang yang terbang di unit-unit tersebut, saya tidak bisa memberi tahu Anda berapa banyak hal yang bisa saja berjalan sangat salah,” katanya tentang serangan malam hari yang melibatkan komando Delta Force dan anggota unit penerbangan elite yang dikenal sebagai Night Stalkers.
