FBI Mampu Akses Baca Percakapan Terenkripsi, Kebebasan Sipil Terancam

Logo pada Gedung FBI J. Edgar Hoover terlihat pada tanggal 9 Juni 2023, di Washington. (AP)
Logo pada Gedung FBI J. Edgar Hoover terlihat pada tanggal 9 Juni 2023, di Washington. (AP)
0 Komentar

FEDERAL Bureau of Investigation (FBI) dilaporkan mampu mengakses dan membaca percakapan dalam grup privat aplikasi Signal milik aktivis hak imigran di New York, Amerika Serikat. Temuan ini berasal dari dokumen penegak hukum yang diperoleh organisasi transparansi Property of the People dan dilaporkan oleh The Guardian. Dalam laporan tersebut, FBI bersama New York Police Department (NYPD) bahkan mengutip isi percakapan dalam grup bernama courtwatch.

FBI menyebut informasi tersebut berasal dari “sumber sensitif dengan akses sangat baik”, meski tidak menjelaskan secara rinci bagaimana mereka bisa melaakukan penyadapan atau masuk ke dalam grup yang bersifat privat dan terenkripsi tersebut.

Bagaimana FBI Bisa Mengakses Signal?

Signal dikenal menggunakan enkripsi end-to-end, yang secara teori membuat pesan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima. Karena itu, muncul pertanyaan besar soal bagaimana aparat bisa mengakses percakapan tersebut. Secara umum, akses semacam ini hanya mungkin terjadi jika aparat ikut masuk ke dalam grup, menerima tangkapan layar dari anggota, atau memperoleh akses ke perangkat pengguna.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Grup chat yang dipantau merupakan bagian dari gerakan courtwatch, yaitu relawan yang memantau sidang di pengadilan imigrasi. Aktivitas ini meningkat seiring kebijakan penegakan imigrasi oleh Immigration and Customs Enforcement yang dinilai semakin agresif.

Dalam laporannya, FBI menyoroti percakapan yang berisi koordinasi kehadiran di pengadilan serta pengumpulan dokumentasi aktivitas aparat. FBI juga mengklaim adanya diskusi terkait peningkatan aktivitas di sekitar fasilitas federal. Namun, laporan tersebut menuai kritik karena menyebut para aktivis sebagai aktor ekstremis anarkis yang berpotensi melakukan kekerasan tanpa bukti rinci.

Praktik yang Dikritik Keras

Brad Lander, pejabat Kota New York yang juga aktif dalam courtwatch, mengecam keras praktik ini. Ia menyatakan bahwa pengawasan tersebut mengingatkan pada metode lama FBI. Lander menilai taktik itu diambil langsung dari gaya J. Edgar Hoover, yang dikenal luas karena memata-matai aktivis. Ia juga menegaskan bahwa memantau sidang pengadilan adalah tindakan sah dan damai.

“Mengamati sidang imigrasi adalah tindakan legal dan non-kekerasan,” ujar Lander dikutip dari The Guardian.

0 Komentar