Amerika Serikat-Vatikan Memanas Usai Pentagon Beri Peringatan Keras ke Perwakilan Gereja Katolik

Paus Leo XIV memberi isyarat pada akhir Misa pelantikannya di Lapangan Santo Petrus, di Vatikan pada 18 Mei 20
Paus Leo XIV memberi isyarat pada akhir Misa pelantikannya di Lapangan Santo Petrus, di Vatikan pada 18 Mei 2025. (REUTERS/Claudia Greco)
0 Komentar

HUBUNGAN Amerika Serikat dan Vatikan memanas setelah pejabat Pentagon menyampaikan peringatan keras kepada perwakilan Gereja Katolik. Ketegangan ini dipicu kritik Paus terhadap kebijakan militer pemerintahan Donald Trump.

Dalam pertemuan tertutup di Pentagon, Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan Elbridge Colby memanggil Duta Vatikan Christophe Pierre. Ia menegaskan dominasi militer AS dalam pernyataan yang dianggap keras.

“Amerika Serikat memiliki kekuatan militer untuk melakukan apa pun di dunia. Gereja Katolik sebaiknya berada di pihaknya,” ujar Colby, menurut laporan The Free Press.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Ketegangan ini bermula dari pidato Paus Leo XIV yang mengkritik diplomasi berbasis kekuatan. Paus menyatakan bahwa pendekatan dialog mulai tergantikan oleh penggunaan kekuatan dan meningkatnya kecenderungan perang.

Dilansir dari media Yahoo News, sejumlah pejabat AS menafsirkan pidato tersebut sebagai kritik langsung terhadap kebijakan luar negeri pemerintahan Trump. Pernyataan itu muncul setelah berbagai langkah militer AS di sejumlah kawasan.

Laporan juga menyebut adanya referensi sejarah terhadap Avignon Papacy dalam pertemuan tersebut. Hal ini ditafsirkan oleh sebagian pihak di Vatikan sebagai bentuk tekanan terhadap otoritas Gereja.

Akibat meningkatnya ketegangan, Paus dilaporkan membatalkan rencana kunjungan ke Amerika Serikat. Vatikan juga menolak undangan Gedung Putih untuk menghadiri peringatan 250 tahun kemerdekaan AS.

Namun, pihak Gedung Putih membantah laporan tersebut dan menyebutnya dilebih-lebihkan. Pejabat Departemen Pertahanan menyatakan pertemuan itu berlangsung wajar dan tetap membuka ruang dialog dengan Vatikan.

0 Komentar