SEKRETARIS Jenderal NATO, Mark Rutte, menyatakan bahwa aliansi pertahanan tersebut bukan merupakan jalan satu arah.
Pernyataan ini disampaikan pada sebagai respons atas kritik Amerika Serikat (AS) yang menilai para sekutu tidak memberikan dukungan penuh dalam perang AS-Israel melawan Iran.
Dalam pidatonya di Reagan Institute, Washington, Rutte sepakat dengan pandangan Menteri Luar Negeri Marco Rubio bahwa sebuah aliansi memang tidak boleh hanya menguntungkan satu pihak.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
“Bukanlah aliansi satu arah ketika pasukan AS, Eropa, dan Kanada bertempur serta berkorban bahu-membahu di Afghanistan,” ujar Rutte, seperti dikutip Anadolu, Jumat, 10 April 2026.
Pernyataan Rutte ini muncul di tengah ketegangan setelah Presiden Donald Trump dan pejabat senior pemerintahannya mengkritik negara-negara NATO.
Kritik tersebut ditujukan pada penolakan mereka untuk berpartisipasi dalam upaya pengamanan Selat Hormuz atau membatasi akses pangkalan selama perang melawan Iran berlangsung. Trump bahkan telah mengancam akan menarik diri dari aliansi tersebut.
Rutte menegaskan bahwa hampir tanpa pengecualian, para sekutu telah melakukan semua hal yang diminta oleh Amerika Serikat. Ia menyebut bahwa negara-negara anggota NATO telah mendengar dan merespons permintaan Presiden Trump dengan baik.
Meski mengakui bahwa beberapa sekutu pada awalnya agak lambat dalam bertindak, kepala NATO tersebut menekankan bahwa sebagian besar dari mereka kini telah memberikan dukungan. Dukungan yang diberikan mencakup bantuan logistik dan penggunaan pangkalan militer untuk membantu operasi Amerika Serikat.
Rutte menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut dikarenakan para sekutu merasa terkejut dengan situasi yang ada. Menurutnya, untuk menjaga elemen kejutan pada serangan awal, Presiden Trump memilih untuk tidak menginformasikan rencana tersebut kepada para sekutu sebelumnya.
Rutte mengamati bahwa saat ini seluruh Eropa telah memberikan dukungan masif melalui penyediaan pangkalan, logistik, dan langkah lainnya. Hal ini dilakukan guna memastikan kekuatan militer AS berhasil mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Eropa dan NATO yang lebih kuat tidak akan menganggap kepemimpinan Amerika Serikat sebagai sesuatu yang biasa saja. Hal ini menjadi poin penting dalam menjaga keseimbangan kekuatan di dalam aliansi.
