JURNALIS asal Amerika Serikat (AS), Shelly Kittleson, dilaporkan telah dibebaskan milisi pro-Iran di Irak. Sebelumnya, Kittleson diculik orang tak dikenal saat meliput situasi konflik di negara tersebut.
Kabar pembebasan Kittleson itu telah dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Selasa (7/4/2026). Dalam pernyataannya di akun X miliknya, Rubio menyebut bahwa pembebasan Kittleson melibatkan berbagai instansi AS.
“Kami lega bahwa orang Amerika ini sekarang sudah bebas dan berupaya untuk mendukung keberangkatannya yang aman dari Irak,” tulis Rubio.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Seturut CNN, Kittleson telah diterima oleh Pemerintah Irak yang akan memproses pengaturan kepulangannya. Pemerintah Irak dilaporkan juga terlibat dalam pembebasan Kittleson.
Sebelumya, Kittleson diculik 31 Maret lalu ketika ia berada di Bagdad, Irak. Ia merupakan jurnalis yang berfokus pada isu-isu politik dan konflik di Asia Barat dan ada di Irak untuk meliput situasi terbaru wilayah tersebut.
Seturut keterangan bersama Reporters Without Borders (RSF), Committee to Protect Journalists (CPJ) dan Foley Foundation untuk Marco Rubio, Kittleson disebut diculik di “siang hari bolong”.
Penculik Kittleson diidentifikasi sebagai Kataib Hizbullah, salah satu kelompok bersenjata yang didukung Iran. Organisasi ini merupakan bagian dari aliansi Pasukan Mobilisasi Populer Irak (PMF) yang terikat dengan Iran.
Sebelum diculik pada 31 Maret, Kittleson disebut telah mendapatkan ancaman penculikan hingga pembunuhan. Pemerintah AS dilaporkan telah memperingatkan Kittleson tentang ancaman itu, namun peringatan datang saat sang jurnalis sudah berada di Irak.
Penculikan itu kemudian memicu operasi pasukan keamanan Irak bertindak untuk melacak keberadaan Kittleson dan berupaya menjamin pembebasannya. Sementara itu, AS menyatakan telah mengerahkan unit Biro Investigasi Federal (FBI) untuk turut membantu pembebasan Kittleson.
Setelah Kittleson dibebaskan, kepala keamanan Kataib Hizbullah Abu Mujahid al-Assaf membuat keterangan melalui Telegram pada Selasa. Ia menyebut bahwa Kittleson dibebaskan “dengan syarat dia segera meninggalkan” Irak.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Shelly Kittleson merupakan jurnalis lepas berkebangsaan AS. Ia berpengalaman dalam menulis laporan tentang topik politik dan konflik di Asia Barat. Liputan Kittleson telah diterbitkan di media internasional, AS, dan Italia.
