TAUD Beber Dugaan Identitas dan Peran 16 Pelaku Lapangan Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Ilustrasi Google Gemini AI
Ilustrasi Google Gemini AI
0 Komentar

TIM Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) membeberkan dugaan identitas dan peran 16 pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Eksternal KontraS Andrie Yunus.

Peneliti independen yang bekerja sama dengan TAUD dalam menginvestigasi tindak pidana percobaan pembunuhan berencana itu, Ravio Patra, mengelompokkan peran sejumlah pelaku menjadi tim eksekusi (terdiri dari OTK 1-OTK 5), tim pengintai jarak dekat (OTK 6-OTK 10), tim komando (OTK 11-OTK 13), dan tim pengintai jarak jauh (OTK 14-OTK 16).

TAUD turut menampilkan wajah terduga pelaku lapangan penyiram air keras tersebut.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

“Jadi, ada 16 OTK. Kami bagi menjadi 4 kelompok,” ujar Ravio dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (9/4).

OTK 1 adalah pengendara motor penyiram air keras; OTK 2 sebagai penyiram air keras; OTK 3 sebagai pengendara motor yang memepet Andrie ketika eksekusi; OTK 4 sebagai pemindai lokasi menggunakan alat digital; dan OTK 5 sebagai pengawal eksekusi.

Kemudian dari tim pengintai jarak dekat, OTK 6 sampai OTK 10 masing-masing berada di Pos Halte Megaria, Pos Halte Megaria, Pos Jalan Mendut, Pos Jalan Mendut, dan Pos Taman Diponegoro.

Selanjutnya OTK 11 merupakan pemandu lokal (location scouting); OTK 12 sebagai koordinator lapangan; dan OTK 13 sebagai pemandu lokasi (location scouting).

Dari tim pengintai jarak jauh, OTK 14 sampai OTK 16 berada masing-masing di Pos Jalan Kimia.

“Kita akan lihat beberapa video yang tujuannya adalah untuk menunjukkan kejadian perkara pada malam itu, pada hari itu dengan lebih rinci dan runut kepada teman-teman,” ucap Ravio sembari memutar sejumlah video yang diperoleh dari kamera pengawas atau CCTV yang berada di area lokasi penyiraman.

Ravio memberi catatan ada diskrepansi atau ketidaksesuaian waktu di dua CCTV dengan durasi masing-masing sekitar 3 menit dan 10 menit.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

“Selain CCTV YLBHI Camera 01 (terlambat 00:03:18) dan Camera 03 (lebih cepat 00:10:18), time stamp CCTV lainnya dapat dipastikan akurat,” ungkap Ravio.

Dalam kesempatan ini, TAUD juga menampilkan sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku melakukan tindak pidana. Di antaranya wadah air keras, helm pelaku yang diduga sudah terdampak air keras, hingga 13 sepeda motor dan 2 mobil pelaku. Selain itu, barang bukti milik Andrie seperti helm, tas, pakaian atas, kacamata, dan spidometer motor yang meleleh akibat reaksi air keras.

0 Komentar