Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pihaknya sangat mendukung keputusan Amerika untuk menangguhkan serangan besar-besaran terhadap Iran.
Namun Netanyahu menegaskan, gencatan senjata tersebut tidak berlaku untuk Lebanon yang menandakan Israel tak akan berhenti memborbardir wilayah Lebanon dengan sejumlah serangan.
“Israel mendukung upaya Presiden AS Donald Trump untuk memastikan Iran tidak lagi menimbulkan ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi Amerika, Israel, negara-negara tetangga Arab Iran, dan dunia. Namun, gencatan senjata selama dua minggu itu tidak berlaku untuk Lebanon,” tulis Netanyahu pada akun X resminya, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Sebaliknya, sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif melalui akun X resminya menyatakan, kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran berlaku di seluruh wilayah konflik termasuk Lebanon.
“Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu mereka, telah menyetujui gencatan senjata segera di mana-mana, termasuk Lebanon dan tempat lain. Berlaku segera,” tulis Sharif.
Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh Duta Besar Pakistan untuk AS, Rizwan Saeed Sheikh, dalam wawancara dengan CNN. Sheikh menegaskan, Lebanon termasuk dalam kerangka gencatan senjata dan pengumuman PM Sharif tidak mungkin lebih otentik terhadap apa yang telah disepakati para pihak.
Meski demikian, ia mengingatkan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah secara historis sangat rapuh.
Penolakan Israel terhadap interpretasi tersebut langsung terlihat di lapangan. Hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di Lebanon. Serangan tersebut dilaporkan mengakibatkan korban jiwa lebih dari 250 orang dan melukai lebih dari 1.000 lainnya.
Lebanon sendiri telah terseret dalam konflik sejak 2 Maret 2026, ketika kelompok Hizbullah yang bersekutu dengan Iran melancarkan serangan udara ke Israel.
