Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 4,7 Persen, Purbaya: Dia Lakukan Dosa Besar

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA, di Jakarta, Senin (23/2/2026). (Foto:
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA, di Jakarta, Senin (23/2/2026). (Foto: Tangkapan layar YouTub/Kementerian Keuangan RI)
0 Komentar

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen pada 2026 oleh Bank Dunia (world bank) yang sebelumnya 4,8 persen.

Purbaya menilai, Bank Dunia salah menghitung dalam perubahan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut. Pasalnya, dia meyakini ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026, akan tumbuh di atas 5,5 persen.

“Kan kuartal pertama (2026) saja mungkin 5,5-5,6 atau lebih. Berarti world bank menghitung kita mau resesi. Turun ke bawah sekali setelah itu kalau rata-ratanya 4,6. Saya pikir world bank salah hitung,” ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Kamis, 9 April 2026.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Purbaya mengatakan, penghitungan Bank Dunia tersebut dipicu oleh dampak dari melonjaknya harga minyak dunia. Menurutnya, apabila harga minyak dunia kembali ke level normal maka proyeksi pertumbuhan ekonomi akan berubah kembali.

“Saya yakin world bank hitung itu karena dampak harga minyak tinggi. Kalau sebulan dari sini harga minyak turun ke level normal lagi, world bank pasti akan berubah prediksinya,” imbuhnya.

Namun, Purbaya menyayangkan bahwa pemangkasan proyeksi Bank Dunia itu menimbulkan sentimen negatif terhadap pasar domestik.

“Tapi dia (world bank) sudah melakukan dosa besar. Dia menimbulkan sentimen negatif ke kita. Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal. Kalau dia mengubah prediksi ekonominya lagi,” jelasnya.

Meski demikian, Purbaya memastikan pemerintah menjalankan program prioritas berjalan dengan baik serta menyiapkan sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pihaknya juga menegaskan akan memperbaiki iklim investasi.

“Saya pikir dengan usaha seperti itu nanti juga pertumbuhan ekonomi akan berbalik,” tegasnya.

Bendahara negara ini menyatakan pemerintah akan mengoptimalkan seluruh mesin ekonomi nasional. Dia mengaku memiliki jurus untuk membuat ekonomi nasional terdongkrak.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

“Saya sih akan optimalkan semua mesin ekonomi yang ada disini itu saja. Mungkin saja world bank betul. Tapi saya gak tau, yang jelas kalau di angka saya sih sedang membaik. dan akan kita jaga terus. Mungkin world bank belum tahu jurus-jurus Asia saya,” tandasnya.

0 Komentar