Netanyahu sebelumnya berharap kekuatan udara dapat memberi ruang bagi rakyat Iran untuk bangkit. Namun, model ‘revolusi dari langit’ ini dinilai belum teruji. Alex Vatanka dari Middle East Institute menunjukkan perbedaan dengan kasus Libya 2011; di Iran, tidak ada militer yang membelot untuk melindungi demonstran.
Meski infrastruktur ekonomi seperti jaringan listrik dan gas South Pars menjadi sasaran untuk memicu ketidakpuasan rakyat, para ahli memperingatkan bahwa rakyat yang sengsara tetap tidak berdaya melawan aparat yang bersenjata lengkap dan setia. Selama IRGC dan Basij tetap loyal, rezim Iran diprediksi dapat bertahan hingga beberapa dekade ke depan, meski dalam kondisi tidak populer sekalipun.
Kini, pengumuman Trump mengenai potensi pembicaraan untuk mengakhiri perang secara implisit mengakui bahwa skenario regime change (pergantian rezim) mungkin telah gagal, dan rezim Ayatullah tetap menjadi pemegang otoritas di Tehran.
