PEMERINTAH belum mengambil sikap resmi terkait hasil investigasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas tewasnya prajurit TNI dalam misi perdamaian yang tergabung dalam UNIFIL di Libanon, termasuk opsi penarikan pasukan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan hingga kini laporan resmi belum diterima pemerintah.
“Belum, kita belum terima laporan, kita fokus (untuk kegiatan) hari ini,” ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4).
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Meski demikian, pemerintah memastikan evaluasi terhadap pengiriman pasukan perdamaian tetap berjalan. Proses ini dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Indonesia di PBB.
Menurut Prasetyo, langkah diplomasi yang disampaikan Menteri Luar Negeri menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh atas keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian internasional.
“Pasti. Makanya apa yang disampaikan Pak Menlu, itu juga bagian dari proses evaluasi. Apa yang kita minta untuk disampaikan perwakilan kita di PBB juga itu bagian dari evaluasi,” terang Prasetyo.
Mengenai penarikan pasukan dari wilayah konflik, pemerintah belum mengambil keputusan. Prasetyo menegaskan semua opsi masih terbuka, namun akan ditentukan setelah hasil investigasi diterima dan dikaji secara komprehensif.
“Ya kita lihat dulu hasilnya,” pungkasnya.
