Dari sisi perbandingan regional, Indonesia dinilai memiliki ketergantungan yang relatif lebih rendah terhadap pasokan minyak dari Timur Tengah dibanding beberapa negara ASEAN. Meski demikian, faktor kelembagaan seperti mekanisme harga BBM, kapasitas kilang, dan cadangan energi membuat dampak fiskal di Indonesia lebih besar.
Strategi Ketahanan BUMN
Sejumlah negara di kawasan bahkan telah memiliki cadangan energi hingga 60 hari serta menerapkan strategi lindung nilai (hedging) harga komoditas secara sistematis. Indonesia sendiri baru menerapkan hedging pada risiko nilai tukar, namun belum optimal dalam pengelolaan risiko harga energi.
Rekomendasi Strategis
Dalam jangka pendek, studi ini merekomendasikan diversifikasi sumber impor minyak, peningkatan cadangan BBM, serta pengembangan strategi lindung nilai harga energi. Selain itu, diperlukan mekanisme alokasi sumber daya di tingkat holding untuk mendistribusikan surplus antar-BUMN.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Untuk jangka menengah, langkah yang disarankan meliputi pembangunan cadangan minyak strategis, reformasi harga BBM yang lebih adaptif, percepatan proyek kilang domestik, serta penguatan manajemen risiko keuangan.
Secara lintas sektoral, pembentukan dana penyangga komoditas atau Commodity Stabilization Fund dinilai penting untuk menjaga stabilitas ketika harga energi bergejolak. Selain itu, pelaksanaan stress test berkala terhadap portofolio BUMN juga diperlukan guna memastikan ketahanan terhadap krisis global.
