Kondisi di lapangan memang sedang tidak baik-baik saja. Lembaga riset NEXT Indonesia Center mencatat adanya ketimpangan di sektor industri pengolahan. Saat industri logam tumbuh pesat, sektor padat karya seperti tekstil justru tertinggal.
Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko, menyebut sektor-sektor ini membutuhkan perhatian khusus karena perannya tergerus perubahan rantai pasok global.
“Sektor-sektor sunset ini membutuhkan perhatian khusus karena mereka adalah penyerap tenaga kerja besar. Perannya mulai tergerus oleh perubahan rantai pasok global dan persaingan biaya produksi,” ujar Christiantoko.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Data BPS mencatat industri pengolahan menyerap 20,3 juta tenaga kerja per Agustus 2025. Jika pelemahan di sektor padat karya berlanjut tanpa intervensi seperti yang direncanakan Danantara, potensi pengangguran massal menjadi ancaman nyata bagi ekonomi nasional.
