DUA kapal tanker yang mengangkut gas alam cair (LNG) dari Qatar mengubah tujuan ke Pakistan, kemudian terlihat berputar-putar di Teluk Persia dekat Oman setelah pada Senin (6/4) mencoba mendekati Selat Hormuz. Menurut data pelacakan kapal MarineTraffic, kedua kapal bernama Rasheeda dan Al Daayen itu bergerak dari Qatar menuju Selat Hormuz.
Upaya ini merupakan pertama kalinya kapal bermuatan LNG dari Qatar meninggalkan negara Teluk tersebut menuju Selat Hormuz sejak konflik kembali berkecamuk di Timur Tengah akibat serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Data pelacakan kapal kemudian menunjukkan kedua kapal tersebut berbalik arah sebelum mencapai Selat Hormuz.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Data juga menunjukkan bahwa kapal-kapal tanker itu kemudian mencantumkan Pakistan sebagai tujuan berikutnya. Namun, pergerakan terbaru mereka menunjukkan ketidakpastian apakah akan melakukan upaya lain untuk melintasi selat tersebut.
Berdasarkan cuplikan pelacakan terbaru yang tersedia, kapal-kapal tersebut berada di dekat Oman setelah berbalik arah.
Perubahan haluan terbaru ini terjadi karena lalu lintas melalui Selat Hormuz masih sangat terganggu akibat konflik regional yang sedang berlangsung antara AS, Israel, dan Iran.
Perseteruan tersebut menyebabkan penurunan signifikan jumlah lalu lintas kapal di jalur maritim strategis yang dilalui sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia.
Jika kedua kapal Qatar itu berhasil menyelesaikan pelayaran, mereka akan menandai transit kargo bermuatan LNG pertama melalui Selat Hormuz sejak konflik dimulai, menurut data pelacakan kapal.
Selat Hormuz menjadi kunci bagi sebagian besar perdagangan minyak dan gas laut global. Setiap gangguan di jalur perairan penting tersebut memiliki implikasi langsung bagi pasar energi dan pelayaran regional.
Saat ini, lalu lintas di Selat Hormuz dikendalikan oleh Iran sebagai balasan atas serangan AS dan Israel.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Pada Ahad (5/4), Oman menyatakan telah mengadakan pembicaraan dengan Iran mengenai opsi untuk membantu memastikan kelancaran pelayaran melalui jalur perairan tersebut di tengah ketegangan regional.
