MENKO Perekonomian Airlangga Hartarto merespons nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.100 per USD. Menurutnya, pelemahan terhadap dolar AS saat ini merupakan fenomena global yang juga menimpa negara lain.
“Dan itu bukan hanya rupiah, berbagai currency (mata uang) lain kan demikian,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Data perdagangan hari ini, rupiah ditutup pada posisi Rp17.105 per USD. Angka ini melemah 70 poin atau 0,41 persen dari posisi sebelumnya di Rp17.035 per USD.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Tekanan terhadap kurs rupiah sudah terjadi sejak sesi siang. Nilai tukar bahkan sempat turun hingga 75 poin sebelum akhirnya parkir di level Rp17.100 per USD pada penutupan sore.
Data Yahoo Finance mencatat rupiah berada di posisi Rp17.090 per USD atau melemah 58 poin. Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencatat rupiah di level Rp17.092 per USD, turun 55 poin dibandingkan hari sebelumnya.
Analis mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah karena sentimen eskalasi di Timur Tengah. Gangguan lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir telah memperketat ekspektasi pasokan dan meningkatkan premi risiko di seluruh pasar minyak.
Upaya diplomatik untuk meredakan konflik tampaknya goyah. Iran menolak proposal yang didukung AS yang menguraikan gencatan senjata 45 hari dan pembukaan kembali selat secara bertahap, bersamaan dengan negosiasi yang lebih luas tentang pencabutan sanksi dan rekonstruksi.
“Iran menolak proposal tersebut dan menyerukan penghentian permusuhan secara permanen, jaminan yang mengikat terhadap serangan di masa mendatang, pencabutan sanksi, dan kompensasi atas kerusakan,” ujar Ibrahim, Selasa (7/4/2026).
Trump menegaskan kembali bahwa tenggat waktu hari Selasa itu tegas dan memperingatkan bahwa kegagalan untuk mematuhi dapat memicu serangan AS terhadap infrastruktur Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan. Ia juga mengatakan Iran dapat “disingkirkan” dengan cepat, menggarisbawahi meningkatnya risiko eskalasi yang lebih luas.
Ibrahim memproyeksikan rupiah besok (8/4/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp17.100-Rp17.150 per dolar AS.
