Purbaya juga menegaskan ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global akibat eskalasi geopolitik dan tekanan aktivitas ekonomi dunia.
“Jadi tekanan yang kita alami bertubi-tubi di awal tahun ada MSCI (terkait pembekuan penilaian ulang saham Indonesia), ada lagi lembaga pemeringkat (Moody’s Ratings dan Fitch Ratings yang menurunkan peringkat utang Indonesia). Terus ketika sudah agak tenang, ada perang di Timur Tengah,” kata dia.
Purbaya mengaku, hal ini menjadi tantangan berat bagi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) termasuk perekonomian nasional. Jika tidak direspons dengan baik, nasib Indonesia kemungkinan besar akan sama dengan negara-negara tetangga yang ekonominya sudah melempem imbas kenaikan harga minyak.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
“Jadi kalau kita tidak memanage itu dengan baik, kita mungkin nasibnya akan sama dengan negara sekeliling kita yang sudah mengalami, mungkin perlambatan ekonomi yang signifikan, karena mereka terpaksa menaikkan BBM akibat suplai BBM yang tidak ada di pasaran,” papar dia.
