Komdigi Paparkan Insiden Pelabelan Keliru Murni Miskomunikasi, Steam Minta Maaf Soal Penayangan Label IGRS

IGRS
IGRS
0 Komentar

POLEMIK kacaunya klasifikasi umur gim di platform Steam akhirnya menemui titik terang. Kementerian Komunikasi dan Digital (komdigi) mengungkapkan bahwa pihak Steam telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi terkait penayangan label Indonesia Game Rating System (IGRS) yang memicu gelombang protes dari komunitas gamer dan pengembang gim di Indonesia.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menjelaskan bahwa insiden pelabelan yang keliru tersebut—seperti gim dewasa yang dilabeli usia 3+—murni disebabkan oleh miskomunikasi internal di pihak penyedia platform distribusi digital tersebut.

“Jadi, tadi pagi mereka (Steam) mengirim email minta maaf karena ada miskomunikasi,” ungkap Sonny di Kantor komdigi, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Sonny membeberkan bahwa Steam sebenarnya masih dalam tahap uji coba implementasi rating IGRS. Sayangnya, ada satu prosedur penting yang dilewati oleh pihak Steam sebelum sistem penilai mandiri (self-declare) tersebut diluncurkan ke publik.

“Jadi ada satu step yang mereka lewatkan. Harusnya kirim report ke kita, kita baru green light (berikan lampu hijau) untuk mereka naikkan uji cobanya,” tegasnya.

Menyusul teguran keras dari pemerintah dan protes masif dari publik, Steam kini telah mencabut seluruh label IGRS yang sempat beredar di platform mereka. Saat ini, etalase gim di Steam telah kembali menggunakan label rating internasional.

Menurut Sonny, penetapan klasifikasi gim di Indonesia tidak bisa dilakukan secara otomatis hanya bermodalkan survei pengembang, melainkan harus melewati sinkronisasi standar logika rating antara platform dan Kemkomdigi. Ia juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada Nota Kesepahaman (MoU) resmi maupun integrasi sistem API antara pemerintah dengan Steam terkait penerapan IGRS.

“Kalau di negara-negara lain itu modelnya mereka sudah mature (matang), bisa langsung naik. Kalau di kita kan memang ada rating logic yang harus disinkronisasikan,” tambah Sonny.

Pernyataan ini sekaligus meredakan kepanikan di industri gim Tanah Air. Sebelumnya, implementasi prematur IGRS di Steam telah menyebabkan kekacauan massal. Gim naratif hingga gim bermuatan kritik politik terancam diblokir (Refused Classification), sementara gim bermuatan kekerasan atau konten seksual justru lolos dengan label aman untuk anak balita.

0 Komentar