TNI AD angkat bicara terkait truk TNI yang terlibat kecelakaan dan menabrak motor di Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar) hingga menewaskan penumpang motor berinisial AM (50). Truk TNI itu sedang mengangkut siswa SD yang akan melakukan kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa).
“Kejadian tersebut melibatkan kendaraan dinas TNI AD dari satuan Kima Menzikon/CRK Pusziad yang pada saat itu sedang melaksanakan tugas membantu masyarakat, yakni mengantar siswa SDN 05 Kalideres untuk kegiatan LDKS Pramuka ke wilayah Cisarua, atas permintaan resmi dari pihak sekolah,” kata Kadispenad Brigjen Donny Pramono dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026).
Donny menjelaskan, mulanya truk itu hendak mengantar siswa SDN 05 Kalideres untuk kegiatan LDKS Pramuka ke wilayah Cisarua. Sesampainya di lokasi, motor yang dikendarai K dan AM melintas dan berusaha menyalip truk TNI dari sisi kiri.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
“Kemudian mengakibatkan pengendara kehilangan kendali hingga terjatuh dan menimbulkan korban. Kami perlu menegaskan bahwa dari indikasi awal, tidak terdapat unsur kesengajaan dalam peristiwa ini, melainkan murni kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Namun demikian, pihaknya masih terus melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Pascakejadian, Donny menyebut pengemudi kendaraan dinas telah melaporkan diri ke satuan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Denpom I Tangerang.
Donny menegaskan kasus kecelakaan tersebut akan diusut secara tuntas dan transparan. Dia juga mengatakan, jika terbukti adanya kelalaian, sopir kendaraan dinas TNI tersebut akan ditindak.
“Kami tegaskan bahwa TNI AD akan tetap menjunjung tinggi prinsip profesionalitas dan supremasi hukum. Apabila dalam hasil penyelidikan nantinya terbukti adanya kelalaian dari pengemudi kendaraan dinas, maka yang bersangkutan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku secara tegas, transparan dan tanpa pandang bulu,” jelasnya.
Donny menyampaikan dukacita atas peristiwa yang terjadi. Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian, lanjut Donny, satuan Menzikon/CRK Pusziad telah mendatangi para korban.
“Terhadap korban luka, telah diberikan bantuan biaya pengobatan serta dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan. Sementara kepada keluarga korban meninggal dunia, perwakilan satuan juga telah melaksanakan takziah, menyampaikan permohonan maaf secara langsung, serta memberikan santunan sebagai bentuk empati dan tanggung jawab,” tuturnya.
