Paus Leo XIV Pimpin Misa Vigili Paskah Perdana di Basilika Santo Petrus Serukan Perdamaian Dunia

Paus Leo XIV tiba untuk memimpin Misa Krisma di Basilika Santo Petrus di Vatikan, 2 April 2026. (REUTERS/Gugli
Paus Leo XIV tiba untuk memimpin Misa Krisma di Basilika Santo Petrus di Vatikan, 2 April 2026. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)
0 Komentar

PEMIMPIN tertinggi umat Katolik dunia, Paus Leo XIV, memimpin misa vigili Paskah pertamanya sebagai paus pada Sabtu malam (4/4/2026) di Basilika Santo Petrus. Dalam misa tersebut, Paus Leo menyerukan agar perayaan Paskah membawa harmoni dan perdamaian bagi dunia yang sedang dilanda konflik.

Dalam homilinya, Paus Leo menggambarkan dosa sebagai “penghalang berat yang menutup kita dan memisahkan kita dari Tuhan, berusaha mematikan kata-kata harapan-Nya dalam diri kita.” Ia mengibaratkan dosa tersebut seperti batu yang menutupi makam Yesus, yang akhirnya terguling untuk menyingkap kebangkitan-Nya.

Paus Leo mengajak umat beriman untuk tidak membiarkan diri mereka dilumpuhkan oleh dosa dan masalah dunia. Ia menekankan pentingnya komitmen agar karunia Paskah berupa harmoni dan perdamaian dapat tumbuh di seluruh dunia.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

“Beberapa dosa begitu berat dan dijaga erat sehingga tampak tak tergoyahkan. Sebagian membebani hati manusia, seperti ketidakpercayaan, ketakutan, keegoisan, dan dendam; yang lain memutus ikatan antarbangsa melalui perang, ketidakadilan, dan keterasingan,” ujar Paus Leo dikutip dari APNews.

“Jangan biarkan diri kita dilumpuhkan oleh hal-hal itu!” lanjutnya sambil mengajak umat beriman untuk berkomitmen “agar karunia Paskah berupa harmoni dan perdamaian dapat tumbuh dan berkembang di mana saja dan selalu di seluruh dunia,” ujarnya.

Selain itu, Paus Leo menyinggung situasi global yang sedang terjadi, termasuk perang AS-Israel terhadap Iran yang memasuki bulan kedua, serta konflik yang masih berlangsung di Ukraina. Ia menegaskan bahwa Tuhan tidak mendengar doa mereka yang menggunakan nama-Nya untuk membenarkan kekerasan.

Sesuai dengan tradisi, Paus Leo membaptis 10 orang dewasa dari berbagai negara selama misa tersebut. Selama Pekan Suci pertamanya, Paus Leo juga melaksanakan beberapa ritual penting, termasuk memikul salib sepanjang 14 perhentian dalam Jalan Salib pada Jumat Agung—pertama kalinya seorang paus melakukannya dalam beberapa dekade—dan membasuh kaki 12 imam pada Kamis Putih, mengembalikan tradisi yang sempat diubah oleh pendahulunya.

Pada Minggu pagi, Paus Leo akan memimpin misa terbuka di Lapangan Santo Petrus, sebelum menyampaikan pesan Paskah dan memberikan berkat “Urbi et Orbi” kepada kota Roma dan dunia, yang menjadi simbol harapan bagi perdamaian global.

0 Komentar