Komandan PMPP Kunjungi Prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S Korban Insiden UNIFIL

Komandan PMPP TNI menengok penjaga perdamaian yang terluka. (PMPP TNI)
Komandan PMPP TNI menengok penjaga perdamaian yang terluka. (PMPP TNI)
0 Komentar

KOMANDAN Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan mengunjungi prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S yang menjadi korban insiden UNIFIL dan tengah menjalani perawatan di RS Saint George, Beirut.

Dalam kunjungan tersebut, Iwan didampingi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Lebanon Dicky Komar, DCO Sector East UNIFIL Kolonel Inf A. Juni Toa, serta Dirbinops PMPP TNI Kolonel Inf Untung Prayitno.

Pada kesempatan itu, Komandan PMPP TNI memberikan dukungan moril dan doa kepada tiga prajurit yang dirawat, yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, Praka Rico Pramudia, dan Praka Deni Rianto.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

“Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan kepada seluruh personel serta berperan aktif dalam mendukung upaya pemeliharaan perdamaian dunia melalui pengiriman Pasukan Garuda” tegas Iwan dalam keterangan resminya, Minggu (5/4/2026).

Berdasarkan dokumentasi yang diperoleh, salah satu prajurit tampak membutuhkan penanganan serius dan pemantauan ketat dari tim medis.

Ia terbaring di ranjang rumah sakit dalam kondisi terpasang alat bantu pernapasan, infus dan sejumlah kabel medis yang membantu memonitor tanda-tanda vital pasien.

Sebagai informasi, pada Jumat (3/4/2026), ledakan di dalam fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian asal Indonesia, dua di antaranya mengalami luka serius.

Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel mengatakan, ini merupakan pekan yang sulit bagi para penjaga perdamaian yang bertugas di sekitar bagian tengah wilayah operasi UNIFIL.

“Kami menyampaikan harapan terbaik kami agar seluruh korban luka dapat pulih sepenuhnya dan secepatnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

UNIFIL juga mengingatkan semua pihak akan kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian, termasuk dengan menghindari aktivitas tempur di sekitar yang dapat membahayakan mereka.

0 Komentar