Bocoran Isi Surat Berikut Point Penting Pesan Presiden Iran Masoud Pezeshkian

Tangkapan layar X Masoud Pezeshkian
Tangkapan layar X Masoud Pezeshkian
0 Komentar

Iran Hanya Membela Diri

Pezeshkian menilai bahwa penggambaran Iran sebagai ancaman tidak sesuai dengan realitas sejarah maupun fakta yang ada saat ini. Ia menyebut persepsi tersebut sebagai hasil dari kepentingan politik dan ekonomi pihak tertentu yang membutuhkan musuh untuk membenarkan tekanan, mempertahankan dominasi militer, menopang industri persenjataan, serta mengendalikan pasar strategis.

Ia juga menyatakan bahwa dalam situasi seperti itu, ancaman kerap diciptakan ketika tidak benar-benar ada.

“Menggambarkan Iran sebagai ancaman tidak sesuai dengan realitas sejarah maupun fakta yang dapat diamati saat ini. Persepsi seperti itu adalah produk dari keinginan politik dan ekonomi pihak yang berkuasa – kebutuhan untuk menciptakan musuh guna membenarkan tekanan, mempertahankan dominasi militer, menopang industri persenjataan, dan mengendalikan pasar strategis. Dalam lingkungan seperti itu, jika ancaman tidak ada, maka ancaman itu diciptakan,” ujarnya.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Dalam kerangka tersebut, ia menyoroti bahwa AS telah memusatkan sebagian besar pasukan, pangkalan, dan kemampuan militernya di sekitar Iran—negara yang, setidaknya sejak berdirinya Amerika Serikat, belum pernah memulai perang.

Pezeshkian menilai agresi Amerika yang dilancarkan dari pangkalan-pangkalan tersebut menunjukkan potensi ancaman dari kehadiran militer itu sendiri. Ia menegaskan bahwa tidak ada negara yang akan mengabaikan penguatan kemampuan pertahanannya dalam kondisi demikian.

“Agresi Amerika baru-baru ini yang dilancarkan dari pangkalan-pangkalan ini telah menunjukkan betapa mengancamnya kehadiran militer semacam itu. Tentu saja, tidak ada negara yang menghadapi kondisi seperti itu akan mengabaikan penguatan kemampuan pertahanannya. Apa yang telah dilakukan Iran – dan terus dilakukan – adalah respons terukur yang didasarkan pada pembelaan diri yang sah, dan sama sekali bukan inisiasi perang atau agresi,” ujarnya.

Hubungan Iran-Amerika Serikat Awalnya Baik

Dalam lanjutan surat terbukanya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkap bahwa hubungan antara Iran dan Amerika Serikat pada awalnya tidak bermusuhan. Ia menyebut interaksi awal antara kedua bangsa berlangsung tanpa ketegangan maupun permusuhan.

Namun, menurutnya, titik balik hubungan tersebut terjadi pada Kudeta Iran 1953. Ia menggambarkan peristiwa itu sebagai intervensi ilegal Amerika yang bertujuan mencegah nasionalisasi sumber daya Iran. Kudeta tersebut, lanjutnya, telah mengganggu proses demokrasi di Iran, mengembalikan sistem kediktatoran, serta menanamkan ketidakpercayaan mendalam di kalangan rakyat Iran terhadap kebijakan Amerika Serikat.

0 Komentar