KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung kondisi Gereja Paroki Bunda Hati Kudus, Rumengkor, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) pada Jumat, 3 April 2026, yang terdampak gempa bumi M7,6. Dalam kesempatan itu, Surhayanto mengungkap sudah lebih dari 400 gempa susulan terjadi.
“Tadi dari BMKG sudah memberikan informasi kepada Bapak Pastor bahwa per siang ini sudah lebih 400 kali gempa susulan. Namun, BMKG menyatakan tidak ada lagi gempa yang skalanya lebih besar dari gempa utama yang 7,6 Mmagnitudo tadi. Masyarakat silakan melaksanakan ibadah dengan tenang,” ujar Suharyanto di lokasi, dalam rilis resmi, Jumat, 3 April 2026.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (topi hitam rompi cokelat) bersama pemuka agama dan jajaran TNI melihat kondisi Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus. (Dok BNPB)
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Peninjauan dilakukan bertepatan dengan rangkaian ibadah Jumat Agung, jelang Hari Raya Paskah. Suharyanto memastikan bahwa kerusakan minor pada bagian atas gereja akan segera ditangani. Terkait skema perbaikan, BNPB masih menunggu koordinasi teknis mengenai penetapan status kedaruratan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa sebagai dasar administrasi penyaluran bantuan pusat.
“Jika Kabupaten Minahasa menetapkan status kedaruratan, maka perbaikan gereja ini dan beberapa rumah warga yang terdampak informasinya tidak sampai 10 rumah di Kecamatan Tombolo ini akan ditangani oleh Pemerintah Pusat melalui BNPB,” jelas Suharyanto.
Dia menegaskan bahwa pemerintah tidak memberikan batasan kaku soal anggaran untuk pemulihan pascabencana. Prioritas utama adalah mengembalikan fungsi aset masyarakat dan fasilitas publik secepat mungkin melalui sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, hingga Kabupaten/Kota.
“Setiap terjadi bencana, anggaran yang dibutuhkan akan didukung oleh Pemerintah Pusat. Kita tidak dibatasi, tergantung pada keadaan bencananya. Intinya kita bekerja sama untuk segera memperbaiki dan membantu masyarakat yang terdampak,” tegas Kepala BNPB.
Mengakhiri kunjungan, Kepala BNPB berharap agar fase transisi menuju pemulihan di Sulawesi Utara dapat berjalan cepat, sehingga aktivitas sosial dan ibadah masyarakat kembali normal sepenuhnya. Kepala BNPB juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus waspada dan berdoa agar frekuensi bencana di Indonesia semakin berkurang di masa mendatang.
