Ia mengatakan, jika rute tidak mencapai target bisnis, maskapai akan memindahkan pesawat ke jalur dengan potensi pendapatan lebih baik. Karena itu, penutupan rute merupakan bagian dari tata kelola bisnis yang sehat dan tidak dapat diartikan sebagai penurunan komitmen pelayanan.
Sebagai catatan, biaya avtur, suku cadang, dan perawatan pesawat menjadi komponen utama yang memengaruhi harga tiket penerbangan domestik. Khusus avtur, kontribusinya mencapai 30–40 persen terhadap total biaya operasional.
Masalahnya, harga avtur melonjak sejak bulan ini. Berdasarkan laman Pertamina, harga avtur untuk penerbangan domestik naik 72,45 persen di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada periode 1–30 April 2026, dari Rp13.656 menjadi Rp23.551 per liter.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Sementara itu, harga avtur untuk maskapai penerbangan internasional tercatat naik 80,32 persen, dari US$74,2 per kiloliter pada Maret menjadi US$133,8 per kiloliter pada April.
Kenaikan harga avtur juga terjadi di bandara lain. Di Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), misalnya, harga avtur naik dari Rp14.880 per liter pada bulan lalu menjadi Rp24.775 per liter.
