JUMLAH kapal yang melintasi Selat Hormuz mulai meningkat di tengah pembatasan akses akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Perusahaan intelijen maritim Windward mencatat sebanyak 16 kapal melintas pada Rabu (1/4), sekaligus menandai kenaikan selama tiga hari berturut-turut.
Seluruh kapal tersebut diketahui menggunakan jalur melalui Pulau Larak. Windward menilai tren ini menunjukkan semakin banyak negara yang bernegosiasi dengan Iran untuk mendapatkan akses melintas.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
“Hal ini menunjukkan semakin banyak negara yang bernegosiasi dengan Iran untuk mendapatkan akses, serta mengindikasikan jumlah transit berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan,” demikian laporan Windward melansir Al Jazeera.
Meski demikian, volume lalu lintas masih jauh di bawah kondisi normal. Sebelum konflik pecah pada 28 Februari lalu, sekitar 130 kapal melintasi Selat Hormuz setiap hari, menurut data United Nations Conference on Trade and Development.
Di tengah kondisi tersebut, Iran diketahui membuka akses terbatas bagi sejumlah negara untuk tetap melintasi jalur strategis tersebut.
Kebijakan ini memungkinkan kapal dari negara tertentu tetap beroperasi di jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, meski Iran sebelumnya membatasi akses sebagai respons atas serangan militer.
Windward menyebut langkah Iran menunjukkan adanya “blokade selektif” yang memberi ruang bagi negara sekutu atau mitra untuk tetap melintas.
“Rute baru ini menunjukkan bagaimana blokade selektif Iran memungkinkan sekutu dan pendukungnya melakukan transit,” tulis laporan tersebut.
Sejumlah negara yang kapalnya telah diizinkan melintasi Selat Hormuz antara lain:
Pakistan
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Kapal tanker berbendera Pakistan dilaporkan berhasil keluar dari Teluk melalui jalur yang diizinkan Iran.
India
Beberapa kapal tanker LPG India dapat melanjutkan perjalanan usai adanya komunikasi bilateral dengan Iran.
Turki
Kapal Turki memperoleh izin langsung dari otoritas Iran setelah melalui persetujuan dari Teheran.
China
Iran menjamin kapal-kapal China dapat melintas, meski sempat ada penundaan keberangkatan beberapa kapal.
Spanyol
Menjadi salah satu negara Eropa yang mendapat sinyal izin dari Iran, dengan pertimbangan kepatuhan terhadap hukum internasional.
Rusia, Irak, dan Bangladesh
Ketiga negara ini juga dilaporkan mendapat akses aman untuk melintasi Selat Hormuz.
