Teror di Bekasi: Tri Wibowo Diserang Saat Hendak Subuh
Tri Wibowo adalah seorang pria berusia 54 tahun yang tinggal di Kelurahan Setia Mekar, Kabupaten Bekasi, yang menjadi korban penyiraman air keras pada Senin (30/3/2026) pagi, sekitar pukul 04.35 WIB.
Diketahui, teror terjadi saat korban hendak berangkat salat Subuh dan tiba-tiba ada pelaku yang menyiramkan air keras. Sebelumnya, teror air keras juga sempat terjadi di lokasi yang sama.
Pada saat kejadian, air keras disiramkan oleh pelaku yang terekam kamera CCTV menyasar mobil Pajero yang terparkir di dalam rumah pada 28 Oktober 2025 lalu.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Saat ini, pelaku penyiraman air keras itu sudah ditangkap oleh aparat kepolisian. Kapolres Bekasi Kabupaten, Kombes Pol Sumarni, membenarkan penangkapan itu.
“Iya [sudah ditangkap],” kata Sumarni, dilansir portal Tribrata News, Jumat (3/3/2026).
Aktivis Lingkungan Bangka Selatan Jadi Korban OTK
Pada Selasa (17/2/2026) malam, aktivis lingkungan asal Bangka Selatan, Muhammad Rosidi, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Insiden itu terjadi pada sekira pukul 22.24 WIB di Toboali, Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.
Akibat peristiwa tersebut, Rosidi yang aktif menyuarakan masalah lingkungan mengalami luka bakar cukup serius di bagian tangan, kaki, dan selangkangan.
Saat dikonfirmasi Antara pada Kamis (2/4/2026), Rosidi menuturkan, saat tiba di Lampu Merah Simpang Ampera Jalan Jendral Sudirman Toboali, datang dua orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor matic dan secara tiba-tiba langsung menyiramkan cairan air keras kepada dirinya.
Akibat siraman air keras yang dialaminya, sampai dengan saat ini dirinya masih terus melakukan perawatan dan belum bisa beraktivitas seperti biasa. Pelaku yang melakukan aksi itu pun masih belum terungkap hingga saat ini.
“Kondisi saat ini belum betul-betul pulih, masih terus melakukan perawatan, dan rencananya ada operasi ulang menunggu rekomendasi dari LPSK,” ujar Rosidi pada Kamis, mengutip Antara.
