Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tulisa Pesan untuk Warga Amerika Serikat

Tangkapan layar X Masoud Pezeshkian
Tangkapan layar X Masoud Pezeshkian
0 Komentar

PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian menulis pesan panjang untuk warga Amerika Serikat (AS) dan seluruh dunia di tengah perangnya melawan AS-Israel.

Dalam unggahan di media sosial X, Pezeshkian menyampaikan bahwa Iran, selaku salah satu peradaban tertua dalam sejarah manusia, tidak pernah sekali pun memulai perang di era modern ini.

Iran tidak pernah memilih jalan agresi, ekspansi, kolonialisme, atau dominasi meskipun mengalami pendudukan, invasi, dan tekanan berkelanjutan dari kekuatan global.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

“Dan meskipun memiliki keunggulan militer atas banyak negara tetangganya, Iran tidak pernah memulai perang. Namun, Iran dengan tegas dan berani telah menolak mereka yang menyerangnya,” tulis Pezeshkian dalam unggahan di X pada Rabu (1/4).

Pezeshkian menuturkan bangsa Iran tidak memusuhi bangsa lain, termasuk rakyat Amerika, Eropa, atau negara-negara Arab. Iran secara konsisten membedakan dengan jelas antara pemerintah dan rakyat, bahkan saat di tengah intervensi dan tekanan berulang sekali pun.

“Ini adalah prinsip yang mengakar kuat dalam budaya dan kesadaran kolektif Iran, bukan sikap politik sementara. Oleh karena itu, menggambarkan Iran sebagai ancaman tidak sesuai dengan realitas sejarah maupun fakta yang dapat diamati saat ini,” tulis Pezeshkian.

Pezeshkian melanjutkan persepsi bahwa Iran merupakan ancaman adalah produk dari keinginan politik dan ekonomi pihak berkuasa, yang ditujukan menciptakan musuh guna membenarkan tekanan, mempertahankan dominasi militer, serta mengendalikan pasar strategis.

“Dalam lingkungan seperti itu, jika ancaman tidak ada, maka ancaman itu diciptakan. Dalam kerangka kerja yang sama, Amerika Serikat telah memusatkan sebagian besar pasukan, pangkalan, dan kemampuan militernya di sekitar Iran, sebuah negara yang, setidaknya sejak berdirinya Amerika Serikat, belum pernah memulai perang,” tulis sang Presiden.

Menurut Pezeshkian, agresi militer AS baru-baru ini, yang diluncurkan dari berbagai pangkalan AS, menunjukkan betapa mengancamnya kehadiran militer AS itu sendiri.

Ia meyakini tidak ada satu pun negara yang akan mengabaikan hal tersebut jika menghadapi kondisi demikian.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

“Apa yang telah dilakukan Iran, dan terus dilakukan, adalah respons terukur yang didasarkan pada pembelaan diri yang sah, dan sama sekali bukan inisiasi perang atau agresi,” tulisnya.

0 Komentar