Poin Penting Pidato Resmi Trump Terkait Perang Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
0 Komentar

Trump juga menggunakan retorika yang sama dengan pernyataan-pernyataannya sebelumnya. Ia menyebut tentang lenyapnya Angkatan Laut Iran, hancurnya Angkatan Udara, juga kematian para pemimpin negara tersebut selama operasi militer AS.

Ia juga menyebut tentang keberhasilan pihaknya dalam menghancurkan kemampuan produksi rudal Iran dan menyebut bahwa rudal milik Teheran kini “hanya sedikit yang tersisa”.

Perang Segera Berakhir

Trump juga menyebut bahwa perang akan segera berakhir. Namun, ia tak memberikan rincian tentang bagaimana peperangan itu akan diakhiri.

“Kita akan menyelesaikan pekerjaan ini. Kita sudah sangat dekat,” katanya.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Dialog yang dalam beberapa waktu terakhir selalu digembar-gemborkan Trump juga tidak muncul dalam pidatonya kali ini. Ia hanya menyebut bahwa perang akan segera berakhir, namun tidak menjelaskan bagaimana hal itu akan dilakukan.

Menggambarkan AS sebagai Bangsa Besar dan Gemilang

Sepanjang pidato, Trump juga terus mengungkapkan tentang bagaimana AS telah berhasil dalam operasi-operasi militernya di bawah kepemimpinannya selaku presiden.

Trump menyebut tentang Venezuela, dan kini tentang kegemilangan AS dalam memporak-porandakan kemampuan militer Iran.

“Kami secara sistematis menghancurkan kemampuan rezim untuk mengancam Amerika atau memproyeksikan kekuatan di luar perbatasan mereka,” katanya.

“Itu berarti melenyapkan angkatan laut Iran, yang sekarang benar-benar hancur, melukai angkatan udara dan program rudal mereka pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan memusnahkan basis industri pertahanan mereka,” tambahnya.

Sinyal Lepas Tangan tentang Selat Hormuz

Salah satu yang diungkap Trump dalam pidatonya adalah tentang situasi di Selat Hormuz, jalur distribusi seperlima minyak dunia yang kini ditutup IRGC.

Trump menyebut bahwa ia mengetahui adanya peningkatan biaya untuk BBM di AS, namun ia menyebutnya sebagai penderitaan ekonomi yang bersifat sementara.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

“Kenaikan jangka pendek ini sepenuhnya merupakan akibat dari rezim Iran yang melancarkan serangan teror gila-gilaan terhadap kapal tanker minyak komersial di negara-negara tetangga yang tidak ada hubungannya dengan konflik tersebut. Ini adalah bukti lebih lanjut bahwa Iran tidak akan pernah bisa dipercaya dengan senjata nuklir,” katanya.

0 Komentar