PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja membacakan pidato resminya terkait Perang Iran. Dalam pernyataannya, Trump mengulangi klaim bahwa perang akan segera berakhir, meski tak menyebut adanya pembicaraan diplomatik dengan Teheran.
Pidato tersebut dibacakan Trump pada Rabu (1/4/2026) waktu AS atau Kamis (2/4) waktu Indonesia. Gedung Putih menyebut pidato itu sebagai “pembaruan penting tentang Iran”, meskipun, seturut Al Jazeera, apa yang diungkap Trump relatif tak baru dan serupa dengan pernyataannya pada hari-hari sebelumnya.
Meski begitu, Trump tampaknya mengirimkan sinyal khusus ke sekutu NATO-nya melalui pidato tersebut. Secara implisit, ia menyebut bahwa AS tidak berkewajiban melakukan operasi pembukaan Selat Hormuz dan meminta negara yang memerlukan selat itu sebagai pemasok minyak harus merebutnya sendiri.
Poin Penting Pidato Resmi Trump tentang Perang Iran
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Pidato resmi Trump pada Kamis tersebut berlangsung tak sampai 20 menit. Ia tampaknya menggunakan momen ini untuk bicara kepada rakyat AS yang kini mulai memandang negatif keputusan perang di Iran.
Pada permulaan pidato, Trump lebih banyak mengungkap retorika tentang pentingnya melakukan perang melawan Iran. Ia kembali menyebut tentang ancaman senjata nuklir Iran.
Trump juga menyebut tentang apa yang ia sebut sebagai keberhasilan dalam operasi penculikan Presiden Venezuela pada awal Januari lalu. Hal ini, katanya, membuat AS tak lagi bergantung pada minyak dari negara Teluk Persia.
Lebih lengkapnya, berikut poin-poin penting pidato resmi Trump tentang Perang Iran yang kini telah berlangsung lebih dari sebulan.
Retorika yang Sama
Secara umum, Trump membuka pidatonya dengan retorika tentang pentingnya Perang Iran bagi AS. Ia kembali menyebut tentang ancaman-ancaman Iran yang sebenarnya sudah ia sampaikan sejak awal pecah perang di kawasan Teluk.
Trump kembali menyebut tentang Iran yang telah mengancam Amerika “selama 47 tahun”, ancaman pengembangan senjata nuklir yang tinggal selangkah lagi tercapai, produksi rudal “yang dapat mencapai tanah air Amerika”, juga kampanye teror yang dilakukan oleh Iran.
Klaim Kemenangan
Meskipun banyak pihak berspekulasi bahwa Trump kemungkinan akan membuat pernyataan tentang penarikan diri militer AS dari Teluk, namun Trump justru menjelaskan tentang apa yang ia sebut sebagai keberhasilan dalam perang melawan Iran.
