Kajari Karo Danke Rajagukguk Paparkan Alasan Penahanan Amsal Sitepu

Kejari Karo Danke Rajagukguk saat rapat dengan Komisi III DPR RI. (YouTube TVR Parlemen)
Kejari Karo Danke Rajagukguk saat rapat dengan Komisi III DPR RI. (YouTube TVR Parlemen)
0 Komentar

Jaksa Bantah Ada Intimidasi

Wira yang juga turut hadir dalam rapat kemudian membantah dugaan intimidasi terhadap Amsal. Wira menjelaskan kronologi kedatangannya ke Rutan Tanjung Gusta saat agenda pemeriksaan Amsal.

“Saya akan menjelaskan kronologis terkait dari dugaan intimidasi yang disampaikan. Saya pertama akan menjelaskan terkait kedatangan ke Tanjung Gusta pada saat agenda pemeriksaan tersangka Saudara Amsal, yang di mana terlebih dahulu kami telah berkoordinasi dengan pengacara Saudara Amsal,” ujarnya.

Wira menegaskan tak ada niat dari pihaknya untuk melakukan intimidasi. Wira menyebut kehadirannya di rutan telah dikoordinasikan dengan penasihat hukum Amsal, meski pada saat itu pengacara yang bersangkutan berhalangan hadir.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

“Jadi dari situ, tidak ada niatan sedikit pun kami mau mengintimidasi. Karena kami juga sudah berkoordinasi dengan pengacara Saudara Amsal untuk hadir di Tanjung Gusta, bertemu di Tanjung Gusta untuk dilakukannya pemeriksaan,” katanya.

Wira juga menjelaskan dirinya tak datang sendiri, melainkan bersama dua anggota tim lainnya. Dia menegaskan pemberian brownies kepada Amsal tak dilakukan langsung olehnya dan tidak disertai percakapan seperti yang dituduhkan.

“Di situ juga disaksikan bahwasanya penyerahan itu tidak dari tangan saya, yaitu tangan dari staf saya, dan tidak ada omongan apa-apa,” ujarnya.

Wira mengatakan tindakan tersebut semata-mata dilandasi rasa kemanusiaan. Dia menyebut pemberian makanan kepada tahanan merupakan hal yang biasa dilakukan di wilayah Karo.

“Mohon izin, saya juga tidak ada niat apapun. Kami hanya murni mengedepankan rasa kemanusiaan, hati nurani,” kata dia.

“Dan di sini, saya juga akan berikan beberapa dokumentasi dari tahun 2024. Ini sudah menjadi budaya kami, Pak, di Tanah Karo, Pak,” sambungnya.

Namun, Habiburokhman, pun mempertanyakan budaya tersebut. Wira mengatakan jika makanan diberikan karena tahanan merasa kekurangan makanan.

“Budaya apa maksudnya?” tanya Habiburokhman.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

“Karena di awal permintaan ini kan dari tahanan, Pak. Karena orang ini minta kekurangan makanan, mohon dibantu, seperti itu, Pak,” jawab Wira.

Habiburokhman mengatakan yang menjadi sorotan bukan soal pemberian makanan. Dia menegaskan yang menjadi masalah adalah kalimat yang diduga intimidasi seperti disampaikan Amsal.

0 Komentar