JAKSA penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Karo membantah adanya dugaan intimidasi terhadap terdakwa dugaan korupsi pembuatan video profil desa Kabupaten Karo, Amsal Christy Sitepu, dalam penanganan perkara yang menjeratnya.
“Saya akan menjelaskan kronologis terkait dari dugaan intimidasi yang disampaikan. Saya pertama akan menjelaskan terkait kedatangan ke Tanjung Gusta pada saat agenda pemeriksaan tersangka Saudara Amsal, yang di mana terlebih dahulu kami telah berkoordinasi dengan pengacara Saudara Amsal,” ujar JPU Kejari Karo, Wira Arizona, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI di Gedung DPR RI, Kamis (2/4/2026).
Sebelumnya, Komisi III DPR RI menyoroti dugaan intimidasi yang disebut dilakukan oleh sejumlah jaksa dengan memberikan sekotak brownies cokelat kepada Amsal, serta menyampaikan pesan tertentu kepada Amsal. Narasi yang dipersoalkan antara lain kalimat “ikuti saja alurnya, jangan pakai pengacara, tidak usah ribut, tutup konten-konten itu, ada yang terganggu”.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Ia menegaskan, koordinasi dengan penasihat hukum Amsal dilakukan sebelum pertemuan tersebut sehingga mengklaim tidak ada niat untuk melakukan tekanan.
“Jadi dari situ tidak ada niatan sedikit pun kami mau mengintimidasi karena kami juga sudah berkoordinasi dengan pengacara Saudara Amsal untuk hadir di Tanjung Gusta, bertemu di Tanjung Gusta untuk dilakukannya pemeriksaan,” kata dia.
Wira mengakui penasihat hukum Amsal tidak hadir pada saat itu. Namun, ia menyebut kehadirannya bersama tim tetap dalam rangka menjalankan proses pemeriksaan.
“Namun, pada saat itu penasihat hukum berhalangan hadir dikarenakan satu dan lain hal yang tidak mungkin saya sebutkan di sini,” ujarnya.
Terkait pemberian brownies yang disebut-sebut sebagai bagian dari intimidasi, Wira menegaskan tidak ada ucapan atau pesan tertentu yang disampaikan kepada Amsal. Bahkan, Wira mengaku brownies itu diberikan melalui stafnya, bukan dirinya secara langsung.
“Di situ juga disaksikan bahwasanya penyerahan itu tidak dari tangan saya, yaitu tangan dari staf saya, dan tidak ada omongan apa-apa, Pak. Mohon izin, saya juga tidak ada niat apa pun, kami hanya murni mengedepankan rasa kemanusiaan, hati nurani,” kata Wira.
