HALAMANPerhutani Salatiga saat itu, Sabtu (14/3) sore, tampak lebih hidup dari biasanya. Di tengah suasana hangat menjelang senja, para guru, siswa, orang tua, serta masyarakat berkumpul dalam sebuah kegiatan bernama “Pasar Surup.” Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan yang menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga tumbuh dari rasa ingin tahu, dialog, dan keberanian untuk bereksperimen.
Melalui kegiatan ini, para guru ingin mengingatkan kembali bahwa sains dan pendidikan pada dasarnya adalah proses mencoba, menguji, dan belajar dari kesalahan. Dalam dunia sains, hipotesis yang keliru bukanlah aib, melainkan data yang membantu seseorang memahami sesuatu dengan lebih baik. Semangat inilah yang ingin dihidupkan kembali dalam dunia pendidikan: guru dan siswa sama-sama belajar, bereksperimen, dan berkembang.
Dalam forum ini juga mengemuka gagasan bahwa guru tidak hanya menjadi public figure, tetapi juga public thinker. Artinya, guru tidak sekadar tampil di ruang publik, tetapi juga menghadirkan gagasan, membagikan refleksi pembelajaran, serta mempresentasikan hasil riset sederhana yang lahir dari pengalaman belajar di kelas.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Seorang guru unggul tidak hanya menyampaikan materi pelajaran. Ia mampu mengidentifikasi persoalan yang dihadapi siswanya, mencoba berbagai pendekatan untuk mengatasinya, merefleksikan proses tersebut, lalu membagikan pembelajarannya kepada masyarakat. Dengan cara inilah guru bertransformasi dari sekadar pelaksana kebijakan menjadi pemikir yang mandiri dan tangguh dalam dunia pendidikan.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari para orang tua siswa. Handal, salah satu orang tua yang hadir, menyampaikan kekagumannya terhadap inisiatif para guru.
“Pasar Surup ini keren sekali karena biasanya guru hanya memotivasi siswa untuk mengolah keresahan lalu berproject, tapi di sini guru juga membuktikan bahwa guru juga sama seperti siswa, yang punya keresahan, rasa ingin tahu, dan mencari sumber belajar dengan riset, hingga tercipta kegiatan apik ini. Bangga sekali gurunya anak-anak bisa sekeren ini,” ujarnya.
Antusiasme juga terlihat dari anak-anak yang datang untuk mencoba berbagai aktivitas edukatif di setiap booth pameran. Salah satu booth menghadirkan 17 permainan seru yang dirancang untuk mengasah kreativitas anak. Di area ini, para guru TK Lebah Putih meramu berbagai permainan yang membuat anak-anak belajar sambil bermain.
