BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan aktivitas gempa susulan di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Hal ini seiring dengan dinamika tektonik pascagempa utama yang masih aktif.
Hingga Kamis (2/4/2026) pukul 09.50 WIB, tercatat telah terjadi sebanyak 48 gempa susulan dengan magnitudo antara 3 hingga 5,5. Dari jumlah tersebut, dua gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
“Jadi untuk gempa susulan ini tergantung dinamika yang ada, bisa jadi terjadi beberapa hari, ya. Beberapa hari ke depan,” kata Kepala BMKG, Teuku Faishal Fathani, dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Kamis pagi.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
BMKG menegaskan, meskipun peringatan dini tsunami telah diakhiri, aktivitas gempa susulan masih terus dipantau. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat.
Selain itu, BMKG juga telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang tengah menuju lokasi terdampak.
“Saat ini BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan yang terjadi dan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat,” tutur Teuku.
BMKG juga membuka kemungkinan adanya gempa lanjutan yang berpotensi memicu peringatan dini kembali. Hal ini akan mengikuti prosedur standar operasional yang berlaku.
Potensi tersebut dinilai selalu ada dalam sistem tektonik aktif seperti di wilayah Maluku dan Sulawesi.
“Kemudian juga apabila ada gempa atau kondisi yang membahayakan juga kita akan kembali merilis, kembali lagi ke SOP untuk merilis peringatan dini berikutnya,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa saat ini data yang tersedia masih terbatas. Oleh karena itu, tren gempa susulan belum dapat dipastikan secara akurat.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Namun secara umum, gempa susulan dapat berlangsung hingga satu hingga dua minggu, meski durasinya sangat bergantung pada karakteristik masing-masing wilayah.
“Iya, karena ini baru 2 jam ya, nanti tentunya kalau sudah satu hari bisa ada tren per jamnya berapa [gempa susulan], sehingga kita akan bisa menyimpulkan peluruhannya sampai di berapa hari ke depan,” tutupnya.
