SEORANG sumber keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memastikan tiga prajurit TNI tewas di Lebanon selatan kena serangan pasukan Israel.
Sumber yang tak ingin diidentifikasi itu mengatakan kepada AFP pada Selasa (31/3) bahwa satu personel TNI yang gugur pada Minggu (29/3) terkena tembakan yang diluncurkan militer Israel. Ia menyebut tembakan itu dilepas dari tank Negeri Zionis karena “puing-puing dari peluru tank (Israel) ditemukan” di lokasi kejadian.
Sementara itu, dua personel TNI yang gugur pada Senin (30/3) terkena ledakan yang kemungkinan besar berasal dari ranjau.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Total tiga prajurit TNI yang bertugas di pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) tewas dalam dua serangan di Lebanon selatan dalam kurun waktu 24 jam.
Serangan pertama terjadi pada Minggu di pos unit Indonesia di dekat desa Adchit Al Qusayr yang menewaskan Praka Farizal Rhomadhon.
Serangan kedua terjadi pada Senin saat kendaraan pasukan Indonesia melintas di dekat Bani Hayyan. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam insiden tersebut.
Serangan ini juga melukai sejumlah personel, dengan rincian tiga terluka dalam serangan pada Minggu dan dua lainnya terluka dalam serangan pada Senin.
Pasukan PBB telah memulai penyelidikan atas dua insiden tersebut. Militer Israel pada Selasa membantah bahwa pihaknya yang mengakibatkan tiga prajurit TNI UNIFIL tewas.
Melalui unggahan di akun Telegram, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan insiden-insiden tersebut terjadi di Lebanon selatan yang notabene area pertempuran aktif antara pasukan Israel dan milisi Hizbullah.
“Oleh karena itu, tidak seharusnya diasumsikan bahwa insiden yang menimpa personel UNIFIL disebabkan oleh IDF,” demikian pernyataan IDF.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
IDF mengaku telah menggelar penyelidikan atas kedua insiden ini. Tak lama kemudian, IDF mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas insiden pada Senin.
“Pemeriksaan operasional komprehensif menunjukkan bahwa tidak ada alat peledak yang ditempatkan di area tersebut oleh pasukan IDF, dan tidak ada sama sekali pasukan IDF di area tersebut,” demikian pernyataan terbaru IDF.
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono telah mendesak pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB buntut masalah ini. Pertemuan darurat pun digelar pada Selasa atas permintaan Prancis.
