Perdana Menteri Spanyol Buka Suara Usai Prajurit TNI Tewas, Tuntut Asal Usul Proyektil Diklarifikasi

Pedro Sanchez (AFP)
Pedro Sanchez (AFP)
0 Komentar

PERDANA Menteri Spanyol Pedro Sanchez turut buka suara usai prajurit TNI yang juga bagian dari Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) tewas imbas peperangan antara Israel dan Hizbullah.Sanchez juga mengecam tindakan tersebut dan meminta Israel menghentikan serangan.

“Spanyol mengutuk keras tindakan ini. Spanyol menuntut agar asal usul proyektil tersebut diklarifikasi. Dan Spanyol menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan permusuhan,” kata Sanchez di media sosial X pada Senin (30/3).

Dia lalu berujar, “Serangan terhadap misi penjaga perdamaian PBB merupakan agresi yang tidak dapat dibenarkan terhadap seluruh komunitas internasional.”

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Dalam pernyataan itu, Sanchez juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga prajurit yang gugur dan seluruh personel UNIFIL. Selain itu, dia berharap kesembuhan bagi dua personel yang mengalami luka-luka.

Kabar tewas prajurit TNI itu pertama disampaikan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Gutteres dalam pernyataan resmi di media sosial.

“Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama,” kata Gutteres.

UNIFIL hingga saat ini belum bisa memastikan asal proyektil itu dan masih menyelidikinya.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma membenarkan sosok prajurit yang gugur tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon.

Menurut Dyan, Farizal berasal dari Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda, Aceh.

“(Almarhum asal) Lendah, Kulon Progo,” kata Dyan saat dihubungi, Senin (30/3).

Lebanon membara sejak Israel dan Amerika Serikat meluncurkan operasi brutal ke Iran pada 28 Februari.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Milisi di Lebanon yang disebut-sebut didukung Iran, Hizbullah, meluncurkan serangan balasan ke Israel usai pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta pejabat tinggi pertahanan lain tewas dalam serangan AS-Israel.

0 Komentar